Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dengan strategi branding yang tepat, bisnis kuliner masih bisa menggeliat meski di tengah Pandemi Covid-19

Dengan strategi branding yang tepat, bisnis kuliner masih bisa menggeliat meski di tengah Pandemi Covid-19

Bisnis Pariwisata dan Kuliner Bisa Menggeliat dengan Branding Tepat

Kamis, 11 Juni 2020 | 07:32 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA- investor.id – Di tengah pandemi Covid-19 ini, hampir semua sektor usaha menghadapi masa sulit, terutama sektor pariwisata dan kuliner. Namun, kedua sektor bisnis ini bisa bangkit dan menggeliat dengan branding yang tepat.

“Perlu strategic thinking dan complex problem solving dalam proses bisnisnya, baik dalam hal mencari peluang, inovatif produk, teknologi yang digunakan, cara mengkomunikasikan dengan target market, yang akhirnya perusahaan tetap berjalan sehat,” kata Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya Prof. Agus W. Soehadi, Ph.D., dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6).

Menurut dia, Indonesia memiliki keindahan alam dan kekayaan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong lokal maupun mancanegara. Beberapa daerah di Indonesia menjadikan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi karena dapat membawa arus positif bagi bisnis dalam bidang jasa dan makanan (kuliner).

Oleh karena itu Universitas Prasetiya Mulya memiliki S1 Branding yang berperan dalam menciptakan positioning yang tepat, mengkomunikasikan kepada target market dan menempatkan brand mereka sebagai top of mind dalam industri tersebut.

Sebelum mengembangkan brand, marketer harus terlebih dahulu memahami konsumen. Itu sebabnya, pada tahun pertama mahasiswa akan digiring untuk terjun ke dalam pikiran konsumen melalui mata kuliah Consumer Behavior, Consumer Insight, Research dan Customer Journey. Semua ilmu tersebut akan dibutuhkan pada saat menciptakan branding strategic yang memorable bagi konsumen. S1 Branding juga bekerjasama dengan perusahaan Industri atau pemerintah seperti Traveloka, Gojek, tiket.com, Jakarta aquarium, Taman Safari, BEKRAF, PT Angkasa Pura, dan Ancol.

"Dalam proses pembelajaran beberapa hal yang coba kami terus berikan atau intervensi kepada mahasiswa yaitu, Bagaimana deal dengan complexity lalu melakukan kolaborasi dengan yang lain, dan Bagaimana menggunakan other party untuk create other value bersama-sama agar lebih baik dalam memberikan solusi bagi society," kata Prof Agus.

Sementara itu, menghadapi tren industri makanan (kuliner) ke depannya, S1 Food Business Technology Universitas Prasetiya Mulya ditantang untuk menciptakan produk inovasi baru dalam pangan dan juga belajar membuat respon berdasarkan riset pasar. Mahasiswa juga bertatap muka dengan dosen tamu antara lain dari Nutrifood, Cimory, Sierad Produce, Ajinomoto, dan industri/instansi lainnya.

Universitas Prasetiya Mulya mempersiapkan S1 Hospitality Business yang akan mencetak mahasiswa yang memiliki orientasi market yang kuat ketika terjun ke industri servis. Selain itu ada pula S1 S1 Food Business Technology dan S1 Branding
Universitas Prasetiya Mulya mempersiapkan S1 Hospitality Business yang akan mencetak mahasiswa yang memiliki orientasi market yang kuat ketika terjun ke industri servis. Selain itu ada pula S1 S1 Food Business Technology dan S1 Branding

Universitas Prasetiya Mulya juga mempersiapkan S1 Hospitality Business untuk melihat potensi bisnis jasa yang dapat mengakomodir kerinduan para pelancong terhadap kekayaan budaya maupun kearifan lokal sebuah destinasi wisata. Kurikulum S1 Hospitality Business terdiri dari 60% hospitality and Tourism serta 40% bisnis, jiwa kewirausahaan dan strategic thinking juga diolah, misalnya dalam mata kuliah Consumer Behavior. Mahasiswa akan didorong untuk memiliki orientasi market yang kuat ketika terjun ke industri servis. Semua ini dilakukan agar lulusan dapat menjadi Hospitality Inovator yang memberikan pembaruan dalam industri hospitality.

 

 

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN