Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

BKKBN: Oktober 2011, Jumlah Penduduk Dunia 7 Miliar

Antara, Rabu, 13 Juli 2011 | 16:41 WIB

JAKARTA – Indonesia perlu waspada dan mempersiapkan diri menyusun program pengendalian jumlah penduduk. Pasalnya, pada Oktober 2011 nanti jumlah penduduk di seluruh dunia diperkirakan mencapai angka yang fantastis yakni tujuh miliar jiwa.

"Jumlah tersebut tentu sangat fantastis sehingga harus kita waspadai dan persiapkan," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief pada acara Seminar dan Peluncuran Kampanye "Dunia dengan Tujuh Miliar Penduduk" di Jakarta, Rabu.

Sugiri menjelaskan, berdasarkan sensus 2010 diketahui pertumbuhan penduduk melebihi proyeksi nasional yaitu sebesar 237,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk (LPP) 1,49 per tahun.

"Dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi Indonesia ikut menyumbang angka yang besar pada jumlah penduduk dunia secara keseluruhan," katanya.

Padahal, jumlah penduduk dunia yang tinggi bisa menimbulkan banyak masalah negatif jika tidak diantisipasi dengan berbagai program dan kebijakan yang intensif.

Menurut Sugiri, ada sejumlah hal yang harus dilakukan dalam menyikapi tingginya angka penduduk dunia pada tahun 2011 ini. "Yang pertama adalah melakukan upaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, contohnya dengan revitalisasi program keluarga berencana (KB)," katanya.

Yang kedua adalah menemukan teknologi yang baru untuk mengimbangi laju pertumbuhan penduduk agar mampu mengatasi berbagai kesulitan yang ditimbulkan.

"Teknologi yang paling diharapkan adalah dalam bidang pangan, karena ketersediaan pangan sangat terkait erat dengan jumlah penduduk, jumlah penduduk yang besar bisa menimbulkan tidak tercukupinya kebutuhan pangan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) untuk Indonesia, Jose Ferrari mengatakan Indonesia menjadi salah satu contoh bagi dunia dalam menekan laju pertumbuhan penduduk dengan program KB.

Di antaranya selama 30 tahun belakangan, jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan bisa mencapai 335 juta hingga 340 juta penduduk pada 2010 ternyata “hanya” berkisar di angka 234 juta jiwa.

Dengan demikian pihaknya menilai Indonesia telah berhasil menekan angka kelahiran sebesar 100 juta jiwa melalui program KB. (gor/ant)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA