Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kantor BMKG. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Salah satu kantor BMKG. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

BMKG: Gempa 7,1 M Guncang Sulut

Jumat, 22 Januari 2021 | 05:09 WIB
Investor Daily

JAKAR TA, investor.id  - Gempa   berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah KepulauanTalaud Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (21/1) pukul 19.23 WIB, berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Analisis BMKG menyebutkan pusat gempa berada di 4.98 Lintang Utara (LU), 126.38 Bujur Timur (BT) padakedalaman 154 kilometer di134 kilometer timur laut Melonguane, Sulut.

Gempa dengan magnitude 7,1 juga pernah mengguncangwilayah Kepulauan Talaud Sulawesi Utara pada 20 Desember 2018 atau dua tahun lalu.

Saat itu gempa terjadi hari Sabtu sekitar pukul 10.39 WIB dengan pusat gempa di 5.85 Lintang Utara, 126.81 Bujur Timur atau sekitar 201 kilometer Timur Laut Kepulauan Talaud dengan kedalaman 69 kilometer.

Data BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 185 bencana terjadi sejak 1 hingga 21 Januari 202, yang didominasi bencana hidrometeorologi.

“Ada 127 kejadian banjir di beberapa wilayah Tanah Air, sedangkan tanah longsor 30 kejadian dan puting beliung 21. Kejadian bencana lain yang tercatat,yaitu gelombang pasang lima kejadian dan gempa bumi dua kejadian,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (21/1).

Dari sejumlah kejadian tersebut, meskipun banjir paling sering terjadi, hingga kini gempa bumi paling banyak mengakibatkan korban jiwa. Terdata korban meninggal akibat gempa bumi berjumlah 91 jiwa, tanah longsor 41 dan banjir 34, sedangkan hilang banjir delapan dan gempa tiga orang.

Demikian juga korban luka, gempa bumi masih paling tinggi jumlah korbannya. BNPB mencatat korban lukaluka akibat gempa bumi 1.172 jiwa, tanah longsor 26, putting beliung tujuh, dan banjir lima orang.

Total kerusakan rumah berjumlah 1.896 unit dengan tingkat yang berbeda. BNPB mencatat rumah rusak berat 147 unit, rusak sedang 63 dan rusak ringan 1.686. Dari rumah rusak, jumlah kerusakan akibat gempa bumi, khususnya yang terjadi di Sulawesi Barat, masih dalam proses pendataan di lapangan.

Dari kategori rusak berat, tanah longsor masih menyebabkan kerusakan paling tinggi, yaitu 45 unit, disusul gelombang pasang atau abrasi 40, banjir 38 dan puting beliung 24.(b1/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN