Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
dr Reisa Broto Asmoro. Sumber: BSTV

dr Reisa Broto Asmoro. Sumber: BSTV

BOR Pasien Covid-19 Indonesia di Bawah 10%

Jumat, 1 Oktober 2021 | 20:36 WIB
Hendro Situmorang

JAKARTA, investor.id  - Bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 Indonesia saat ini sudah di bawah 10%. Sejumlah rumah sakit bahkan melaporkan tidak ada lagi pasien Covid-19 yang dirawat.

"BOR pasien Covid-19 di bawah 10 % dari jumlah 107.193 tempat tidur yang tersebar di 1.011 rumah sakit rujukan di seluruh Indonesia," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro dalam Keterangan Pers yang ditayangkan virtual dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 – KPCPEN, Jumat (1/10/2021).

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro

Reisa mengatakan kabar teranyar datang dari RS Indrapura Surabaya, Jawa Timur. Mereka mengabarkan tidak ada lagi pasien yang dirawat per hari ini.

Kabar serupa sebelumnya juga terdengar dari Asrama Haji Donohudan di Boyolali, Jawa Tengah. Mereka sudah memulangkan pasien-pasien terakhir Covid-19.

Sementara itu, Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, masih merawat 280 pasien Covid-19. Jumlah itu setara dengan 3,5 % dari total kapasitas 7.894 tempat tidur.

"Kolega-kolega tenaga kesehatan juga mengabarkan langsung atau melalui media sosial bahwa ruang perawatan intensif dan isolasi sudah mulai kosong," kata Reisa.

Reisa mengajak seluruh masyarakat mendoakan sekitar 36.000 orang yang masih dirawat atau menjalani isolasi mandiri. Supaya mereka bisa kembali berkumpul dengan keluarga dan BOR di fasilitas kesehatan terus menurun.

"Situasi kondusif ini hasil kerja keras tenaga kesehatan dan kerja bakti seluruh komponen bangsa untuk memulihkan para pasien," ujar dia.

Kepatuhan Prokes Meningkat

Reis juga mengungkapkan persentase kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) menunjukkan angka yang cukup tinggi.

"Kepatuhan masyarakat memakai masker per 26 September 2021 berada di angka 92,8%," terang dia.

Selain itu, lanjut Reisa, kepatuhan menjaga jarak dan menjauhi kerumunan di masa yang sama masih tercatat di angka 91,3 %. Masyarakat yang tidak menjaga jarak dan menghindari kerumunan tercatat 8,7%.

Meski situasi kondusif, Reisa mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Menurutnya, kepatuhan terhadap protokol kesehatan menjadi kunci untuk menghambat penambahan kasus terkonfirmasi harian.

“Terima kasih Indonesia, mari tetap pertahankan kebiasaan kita mematuhi dan mempraktikkan protokol kesehatan. Biasakan dan jadikan bagian dari perilaku berinteraksi dengan orang lain di masa pandemi ini,” pesan dia.

Reisa juga menyebutkan pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia menunjukkan perkembangan yang makin baik.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN