Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Romo Benny Susetyo

Romo Benny Susetyo

BPIP: Komunikasi Budaya Jaga Kehidupan Berbangsa

Rabu, 24 Maret 2021 | 18:29 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)  Antonius Benny Susetyo menyatakan bahwa komunikasi budaya menempati posisi sangat penting dalam menjaga harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. 

Budaya   merupakan  simbol gotong-royong yang  dibangun dari berbagai tingkatan kehidupan masyarakat, sehingga teori komunikasi budaya harus menjadi lintas batas  berbagai ilmu, seperti antropologi dan sosiologi.

“Satu hal yang perlu diingat adalah interaksi budaya,  membentuk karakter yang berbeda-beda. Namun ada satu titik yang menyamakan yaitu  nilai luhur. Setiap orang menghormati kultur budaya lain  karena adanya nilai luhur,” kata Romo Benny saat menjadi pembicara pada peluncuran  buku “Mengembangkan Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Berbasis Kearifan Lokal untuk Membangun Keharmonisan Relasi Antar Etnis dan Agama,” pada  Rabu (24/3/2021).

Acara ini  juga dihadiri Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP-UI)  Ilya Revianti Sunarwinadi (UI), Ketua Komisi HAAK Keuskupan Tanjung Karang, Lampung Romo Philipus Suroyo Pr, Koordinator Gusdurian Malang Ilmi Najib, dan para anggota FKUB Lampung.

Romo Benny  mengatakan, pendekatan komunikasi budaya sangat dibutuhkan dalam pengambilan kebijakan pembangunan. Dan, katanya,  buku yang ditulis Bertha Sri Eko, Hendar Putranto, dan  Veronika  berisi tentang  ajakan yang  lebih mendalam tentang bagaimana interaksi budaya membentuk karakter manusia.

“Buku ini menyajikan  realitas kepada pembacanya bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan pendekatan dengan kekhasan, yaitu pendekatan budaya yang bukan hanya lewat satu dimensi, tetapi lewat pendekatan dengan pengalaman interaksi,” katanya.

Sementara itu, Romo Philipus menambahkan bahwa buku berjudul “Mengembangkan Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Berbasis Kearifan Lokal untuk Membangun Keharmonisan Relasi Antar Etnis dan Agama,” adalah buah karya yang sangat komprehensif.  Selain menyajikan tentang pentingnya budaya komunikasi, juga mengajarkan tentang pentingnya menerima perbedaan di antara sesama anak bangsa.

“Toleransi dibutuhkan agar masyarakat Indonesia dapat menerima perbedaan dan membiasakan diri dengan budaya masyarakat lainnya  sehingga tercipta kehidupan yang penuh damai dan saling menghormati satu sama lainnya,” kata Romo Philipus. 

Sedangkan Ilmi Najib menyatakan  bahwa komunikasi budaya sebaiknya dikampanyekan kepada generasi-generasi milenial  agar dapat dikenal luas dan menciptakan  pengertian antar budaya-budaya yang dianut  masyarakat Indonesia yang lainnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN