Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Formalin dan Mie

Formalin dan Mie

BPOM Amankan 1,5 Ton Mie Mengandung Formalin di Semarang

Sabtu, 13 Februari 2021 | 10:13 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

SEMARANG, investor.id - Tim Gabungan BBPOM di Semarang bersama Ditreskrimsus Polda Jateng dan DitNarkoba Polda Jateng melakukan Operasi Interpol OPSON dalam rangka pengawasan bahan berbahaya pada produk pangan.

Operasi yang digelar jelang Perayaan Imlek yang jatuh pada 12 Februari 2021 tersebut berhasil menertibkan produsen mie basah mengandung formalin dan boraks di wilayah Semarang Barat.

Produsen mie basah ini merupakan produsen terbesar di Semarang karena kapasitas produksinya mencapai 2 – 3 ton mie basah per harinya.

Dalam keterangan resmi BPOM disebutkan bahwa, hasil uji saat penertiban terhadap barang bukti mie, dipastikan positif mengandung formalin dan boraks. Kedua bahan tersebut dilarang digunakan dalam produk pangan karena tidak diperuntukkan untuk Bahan Tambahan Pangan (BTP) dan menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan apabila dikonsumsi.

Selain menemukan barang bukti berupa mie basah mengandung formalin dan boraks sebanyak 1,5 ton, tim operasi gabungan juga menyita barang bukti berupa 2 mesin produksi serta kendaraan sebagai alat angkut. 

“Total nilai keenomisan dari penertiban  mie mengandung formalin dan boraks ini mencapai  Rp 125.000.000,-. Setelah ini, BBPOM di Semarang akan terus melakukan penelusuran dan penindakan terhadap Obat dan Makanan yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk melindungi masyarakat,” tulis BBPOM Semarang yang dikutip Sabtu (13/2/2021) .

Terkait hal ini, BBPOM di Semarang menghimbau kepada seluruh masyarakat agar teliti dalam membeli bahan pangan yang akan dikonsumsi dan apabila menemukan produk yang mencurigakan serta memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi BPOM.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN