Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penny K Lukito. Foto: IST

Penny K Lukito. Foto: IST

BPOM: Pengembangan Vaksin Harus Melalui Standar Praklinik

Jumat, 16 April 2021 | 21:55 WIB
Maria Fatima Bona

BANDUNG, investor.id - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),  Penny K. Lukito mengatakan, dalam pengembangan vaksin ada standar- standar yang harus dijalani  yakni harus dimulai dengan praklinik. Pasalnya, praklinik penting dilakukan  dalam upaya aspek perlindungan terhadap subjek relawan  uji klinik yang melibatkan manusia.

Penny menyebutkan, dalam praklinik, konsep dasar  dari  suatu vaksin juga ditegakkan,  dapat profiling dari prototipenya menjadi lebih kuat lagi,  dan juga aspek keamanan juga  bisa dilihat termasuk potensi subjek meningkatkan  sistem imunitas.

“Nanti  proses- proses perbaikan bisa dilakukan pada skala laboratorium.  Kalau ini tidak dilakukan dan langsung loncat ke   clinical trials  pasti nanti  malahan kesalahan  ada  di sana”  kata Penny pada konferensi daring terkait dengan  pengembangan vaksin Merah Putih, Jumat (16/4/2021).

Ia menyebutkan, sebetulnya  dalam penelitian harus melalui  tahap- tahap  yang ada. Pasalnya, penelitian bukan sesuatu yang instan terjadi, tetapi ada fase mendapat koreksi, diperbaik, dan sebagainya. 

“Itulah mengapa dimulai dari tahapan awal mulai dulu dari pra klinik. Nah tahap yang tidak diikuti nanti pasti kembali lagi ke tahap awal,” ucapnya.

Penny menyebutkan,  pengembangan vaksin harus berdasarkan  pada  tahapan- tahapan saintifik  yang berlaku secara internasional. Hal tersebut tidak dapat diabaikan.

“Jadi itu tidak bisa diabaikan, kalau kita ingin betul-betul mendapatkan  vaksin yang bermutu, berkualitas, serta memenuhi  keamanan dan efikasinya pada saat digunakan,” ucap dia.

Penny juga menyebutkan, standar-standar yang pengembangan vaksin tidak bisa diabaikan, sehingga pada pengembangan vaksin, BPOM mengawal sejak awal.  Bahkan, BPOM sudah menerbitkan   tools penilaian  mandiri pengembangan vaksin di lembaga  riset.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN