Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vaksinator menyiapkan vaksin moderna untuk tenaga kesehatan yang mengikuti vaksinasi dosis ketiga atau booster di RSUD Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/8/2021). Foto ilustrasi:  BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Vaksinator menyiapkan vaksin moderna untuk tenaga kesehatan yang mengikuti vaksinasi dosis ketiga atau booster di RSUD Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/8/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

BPOM Segera Keluarkan Izin Penggunaan Booster

Rabu, 29 Desember 2021 | 20:35 WIB
Hendro Situmorang

JAKARTA, investor.id   - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam waktu dekat bakal mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 booster.

"Hingga saat ini, sebanyak 5 merek vaksin Covid-19 sedang dalam proses registrasi sebagai vaksin booster di BPOM. Kelima merek vaksin tersebut adalah Pfizer, AstraZeneca, Coronavac/vaksin PT Bio Farma, Zivivax dan Sinopharm," kata Kepala BPOM Penny K Lukito pada acara “Taklimat Bidang PMK #SDMUnggul, Indonesia Maju” di Kantor Kemenko PMK yang disiarkan secara daring, Rabu (29/12/2021).

Kepala Badan POM, Penny K Lukito saat menyampaikan sambutan di pelatihan media terkait obat dan vaksin di masa pandemi Covid-19 secara virtual dari Jakarta, Selasa (19/10/2021).
Kepala Badan POM, Penny K Lukito  

Penny menjelaskan bahwa sejumlah merek vaksin Covid-19 sedang proses registrasi di BPOM untuk menjadi vaksin booster sejenis (homologus). Hal ini merupakan penggunaan jenis vaksin yang sama pada booster dan dua dosis sebelumnya.

"Yang homologous dalam waktu dekat sebelum tanggal 10 (Januari) tentunya ya. Secepatnya datanya lengkap ya," ujar Penny.

Ia mengatakan, registrasi tersebut menggunakan hasil uji klinik dari negara lain bagi vaksin booster homologus yang sedang berproses registrasi untuk vaksin Pfizer, Sinovac, AstraZeneca, dan vaksin booster heterologus Sinovac dengan booster Zivivax.

Lebih lanjut, Penny mengatakan, jika uji klinik vaksin booster dengan vaksin sejenis dan jenis berbeda ini menunjukkan hasil yang baik, BPOM pasti segera mengeluarkan izin penggunaan darurat.

"Jika hasilnya baik akan mendapat izin EUA untuk booster. Semua masih berproses," pungkasnya.

Selain itu, BPOM juga memprioritaskan kemandirian vaksin produksi dalam negeri yaitu vaksin merah putih kerja sama PT Biotis dan Universitas Airlangga dan vaksin Covid-19 kerja sama PT Bio Farma dan Bayllor College Medicine (BCM).

Dikatakan, kedua vaksin tersebut akan melaksanakan uji klinik fase 1 dengan target produksi tahun 2022.

"Semua berjalan baik, data-data didapatkan baik, maka target akan selesai Juni-Juli dan produksi di 2022," pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN