Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani memanen daun ubi di Tangerang, Banten, Jumat (11/6/2021).  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petani memanen daun ubi di Tangerang, Banten, Jumat (11/6/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

BPS: Ekspor Pertanian September 2021 Naik 15,04%

Jumat, 15 Oktober 2021 | 15:54 WIB

JAKARTA, investor.id- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pertanian pada bulan September 2021 mengalami kenaikan sebesar 15,04% (MtoM). Kenaikan terjadi setelah komoditas kopi menyumbang kontribusi sebesar 20,79 (MtoM) atau 3,87% secara YonY.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, selain kopi, komoditas tanaman obat, aromatik dan buah buahan tahunan juga menyumbang share cukup tinggi, yakni sebesar 19,43% untuk komoditas tanaman obat dan 9,62% untuk komoditas buah tahunan.

"Adapun secara YonY, tanaman obat menyumbang kontribusi 59,86% dan buah buahan tahunan menyumbang 9,97%. Sedangkan secara MtoM, sayur sayuran mengalami pertumbuhan cukup tinggi yakni 109,64%," ujar Margo Yuwono, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (15/10/2021).

Secara kumulatif, kata Margo, total ekspor nonmigas dari Januari sampai September 2021 mengalami peningkatan sebesar 39,84 persen, dimana sektor pertanian meningkat 7,37%. Adapun jika ditelisik lebih jauh lagi, share ekspor nonmigas mencapai 94,63 persen dari total ekspor Januari-September 2021.

"Yang pasti kinerja ekspor nonmigas kita masih lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya maupun pada tahun 2019," katanya.

Disisi lain, upah nominal buruh tani pada bulan September 2021 juga mengalami kenaikan sebesar 0,11%. Sementara upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,25%.

"Upah tertingginya berada di Provinsi Kalimantan Utara," katanya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kemtan) Kuntoro Boga Andri mengatakan bahwa saat ini arah dan kebijakan pertanian dibawah pimpinan Syahrul Yasin Limpo adalah meningkatkan produktivitas dan menggenjot ekspor untuak meningkatkan kesejahteraan petani. Kemtan juga baru saja membuat gebrakan baru dengan melakukan ekspor di 17 pintu bandara dan pelabuhan.

"Gebrakan tersebut mampu menghasilkan devisa negara hingga 7,2 triliun. Disisi lain kami juga memiliki program Geratieks (Gerakan 3 Kali Ekspor) yang mampu mengakomodir semua pelaku usaha untuk berbuat lebih terhadap negara," tutupnya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN