Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy. Foto: iaiglobal.or.id

Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy. Foto: iaiglobal.or.id

DIKUKUHKAN JADI GURU BESAR UI

Budi Frensidy: Matematika Keuangan Penting untuk Pahami Investasi

Sabtu, 13 Maret 2021 | 20:07 WIB
Investor Daily

DEPOK, investor.id –  Untuk membantu mahasiswa mempelajari ilmu ekonomi, sekolah bisnis dan akuntansi perlu membekali konsep matematika ekonomi seperti marginal, elastisitas, turunan & diferensial, matriks & sistem persamaan linier, dan optimisasi. Konsep matematika keuangan penting untuk mendalami ilmu ekonomi dan investasi.

Demikian dikemukakan ekonom sekaligus ahli keuangan dan pasar modal, Profesor Dr Budi Frensidy SE Ak MCom dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar tetap pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Indonesia (UI).

"Matematika yang lebih relevan untuk mahasiswa bisnis dan akuntansi adalah matematika keuangan," kata Budi Budi yang juga menjabat Komisaris Independen PT Lotte Chemical Titan Tbk ini dalam pidato pengukuhannya berjudul Cerdas Finansial Berbekal Matematika Keuangan yang disampaikan secara daring dari Kampus UI Depok, Jawa Barat, Sabtu (13/3/2021).

Kampus Universitas Indonesia, Depok. Sumber: dok. UI
Kampus Universitas Indonesia, Depok. Sumber: dok. UI

Budi menjelaskan, matematika membekali mahasiswa dengan logika dan kecerdasan finansial untuk menilai aset, membongkar trik bank, menghitung bunga efektif, menyusun schedule angsuran, dan melakukan perencanaan keuangan mandiri. "Keahlian ini diperlukan untuk mempelajari manajemen keuangan, akuntansi keuangan, investasi, dan valuasi," kata Budi.

Berbekal matematika keuangan, kata dia, lulusan bisnis dan akuntansi tidak hanya melek keuangan tetapi akan menjadi cerdas finansial. "Sangat ironis jika mahasiswa bisnis dan akuntansi diajarkan corporate finance untuk dapat mengelola keuangan korporasi, tetapi tidak dibekali personal finance, ilmu yang diperlukan untuk menata keuangan pribadi dan keluargan," kata Budi.

Sebagai praktisi pasar modal dan mantan penasihat investasi di dua BUMN, Budi mengatakan matematika keuangan adalah necessary to know, sedangkan matematika ekonomi dan sains manajemen adalah nice to know untuk mahasiswa akuntansi.

Lebih lanjut dijelaskannya, selain mengantar ke mata kuliah berbeda, ada beberapa alasan matematika keuangan lebih relevan sekaligus lebih menarik untuk mahasiswa bisnis dan akuntansi. Pertama, matematika keuangan memberikan keahlian seperti berhitung untuk anak SD. Dengan menguasai matematika keuangan, lulusan bisnis dan akuntansi akan mampu menyusun amortisasi premium dan diskon obligasi, perencanaan keuangan, dan sinking fund.

edua, berbekal matematika keuangan, mahasiswa bisnis dan akuntansi diharapkan mampu menghitung bunga efektif dan yield semua produk keuangan dan investasi yang marak ditawarkan. "Dengan kemampuan ini, mereka akan mampu menilai menarik tidaknya atau wajar tidaknya tawaran itu termasuk mengenali penipuan berkedok investasi," kata dia.

Kampus Universitas Indonesia, Depok. Sumber: dok. UI
Kampus Universitas Indonesia, Depok. Sumber: dok. UI

Ketiga, matematika keuangan menanamkan pengetahuan dasar yang diperlukan untuk menilai (menghitung harga wajar) semua aset. "Jika kita dapat mengetahui nilai suatu aset, pengambilan keputusan investasi pun menjadi mudah karena prinsip dasar investasi adalah membandingkan nilai dan harga," kata Budi.

Keempat, matematika keuangan juga akan membekali mahasiswa bisnis dan akuntansi dengan kemampuan untuk melakukan perencanaan keuangan mandiri. Hal ini merupakan ilmu dasar yang diberikan di kursus, pelatihan, dan lokakarya menjadi perencana keuangan.

"Untuk menjadi perencana keuangan, seseorang memerlukan skill matematika keuangan 50% dan 50% lainnya dari pengetahuan mengenai produk keuangan & investasi, asuransi, perpajakan, dan hukum waris," kata Budi.

Kelima, tidak seperti matematika ekonomi, matematika keuangan mempunyai empat metode penyelesaian yaitu menggunakan tabel, kalkulator ilmiah, kalkulator finansial, dan Excel. Jangan sampai mahasiswa dan lulusan akuntansi tidak bisa
membedakan antara tingkat bunga dan tingkat diskon sehingga tidak dapat menjawab mana yang lebih menarik antara menaruh uang Rp 95 juta untuk menjadi Rp 100 juta atau Rp 100 juta untuk menjadi Rp 105 juta dalam setahun.

"Yang satu memberikan tingkat diskon 5% (ekuivalen dengan tingkat bunga 5,26%) dan lainnya tingkat bunga 5%," jelas Budi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN