Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Budiman Curigai Ada Pembiaran dalam Kasus Mesuji

Minggu, 18 Desember 2011 | 10:44 WIB
Antara

CILACAP- Anggota Komisi II DPR RI Budiman Sudjatmiko mengaku mencurigai adanya pembiaran dalam kekerasan terhadap petani seperti yang terjadi di Mejusi, Lampung.

"Di mana pun dan siapa pun pelakunya, kekerasan yang terjadi di Mejusi, entah itu Mejusi-nya Lampung atau Mejusi-nya Sumatra Selatan, jelas ada korban jiwa yang diklaim sebanyak 30 orang lebih dan ini telah berlangsung lama, kenapa terpendam begitu lama. Kita mencurigai ada pembiaran dalam soal kekerasan-kekerasan terhadap petani," kata Budiman, di Patimuan, Kabupaten Cilacap, Sabtu.

Dia mengatakan hal ini kepada wartawan di sela-sela kegiatan Konsolidasi Tani se-Jawa Tengah dan Jawa Barat, di Desa Rawa Apu, Kecamatan Patimuan, Cilacap, Jateng.

Oleh karena itu, kata dia, Komisi III DPR telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki apa yang terjadi di Mejusi sehingga tidak simpang siur.

Menurut dia, konflik seperti itu tidak hanya terjadi di Mejusi tetapi juga di Papua dan provinsi-provinsi lain.

"Tapi memang, kasus-kasus kekerasan yang terjadi di pelosok-pelosok desa, di gunung-gunung, di perkebunan, biasanya tidak mudah terekspos karena jauh dari media massa," katanya.

Menurut dia, hal ini berbeda dengan kasus Sondang Hutagalung yang meninggal dunia di Jakarta akibat membakar diri atau kasus orang di kota yang meninggal akibat kekerasan dapat dengan mudah terekspos oleh media massa.

Lebih lanjut, dia mengatakan, kasus-kasus yang terjadi di pelosok desa maupun perkebunan tidak menutup kemungkinan jumlahnya lebih besar dibanding kasus yang terjadi di kota.

"Kita angkat ini sebagai momentum, bukan saja kekerasan di Mejusi tetapi seluruh kekerasan atau korban-korban kemanusiaan yang terjadi di setiap konflik sumber daya. Ini banyak sekali, bukan cuma soal perkebunan, tetapi juga soal pertambangan," katanya.

Disinggung mengenai garansi dari DPR terkait penyelesaian kasus Mejusi, dia menegaskan, saat ini telah dibentuk tim pencari fakta dari pemerintah yang diketuai Denny Indrayana, sedangkan dari DPR diketuai Azis Syamsudin.

"Kita kasih kesempatan mereka bekerja. Tapi tentu saja, solidaritas untuk kasus Mejusi dan kasus-kasus kekerasan di daerah lain tetap kita angkat dalam pertemuan kali ini, tentu saja agar konflik-konflik agraria dapat diselesaikan dengan baik," katanya. (gor/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN