Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Syafii Maarif

Syafii Maarif

Buya Syafii Ajak Elemen Bangsa Bersatu

NOV, Jumat, 10 Mei 2019 | 08:16 WIB

JAKARTA- Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Buya Syafii Maarif mengajak seluruh elemen bangsa bersatu dan kembali kepada Undang Undang (UU).

“Kembali kepada undang undang. Dan, kemudian Presiden bukan lagi dari partai pengusung, tapi presiden dari semua orang, termasuk yang tidak memilih dia,” kata Buya Syafii usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/5).

Buya Syafii bertemu Presiden Jokowi dalam kapasitasnya sebagai Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Selain Buya Syafii, hadir pula Ketua Dewan Pengarah BPIP yang juga Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Ia mengatakan, keutuhan dan persatuan bangsa harus terus dijaga. Sebab, pada Pemilu 2019 bangsa ini sempat terbelah, di mana ada yang warna merah dan ada juga putih. “Itu harus diantisipasi. Jangan sampai terbelah oleh politik, itu sangat berbahaya,” ujarnya.

Menurut Buya Syafii, sulit dibayangkan jika bangsa ini terbelah hanya karena perbedaan pilihan politik. “Bangsa ini jika terbelah, saya rasa kita tak tahu akan ke mana. Keutuhan bangsa harus dijaga betul. Kita berharap juga para menteri harus paham Pancasila dan berjiwa patriot. Jadi menjaga kedaulatan bangsa kita,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj berharap isu-isu agama tidak akan lagi mewarnai penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) di masa datang.

“Baru kali ini Pemilu isunya agama. Mudah-mudahan jangan sampai terulang, cukup tahun ini. Ke depan Pemilu adalah adu program bukan agama, bukan Islam non Islam, bukan pendukung Islam atau anti Islam, tidak, itu sangat berbahaya,” kata Said Aqil .

Ia mengatakan, isu agama jelas-jelas telah memecah belah masyarakat di Timur Tengah, Irak, Mesir, dan Suriah. “Karena ada isu-isu islam dan antiislam itu. Jadi, lucu. Terus terang saja, kalau pasangan Jokowi – Kiai Ma’ruf Amin disebut anti Islam, lucu lah, masa Kiai Ma’ruf anti Islam,” jelas Said Aqil.

Berdasarkan hasil hitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada Pilpres 2019 pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin unggul atas pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia juga mempersilakan jika ada ketidakpuasan dari pendukung pasangan calon Prabowo-Sandiaga untuk melayangkan protes terkait hasil Pilpres 2019.   

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN