Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. ( Foto: Istimewa )

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. ( Foto: Istimewa )

Cakupan Imunisasi Rutin Rendah karena Sejumlah Kendala

Senin, 22 November 2021 | 15:51 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id - Plt Dirjen Pencegahan, Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu mengatakan rendahnya cakupan imunisasi rutin ini karena beberapa kendala di lapangan seperti kendala administrasi pengadaannya.

“Tentu harus ada solusi perencanaan metode pengadaan yang tepat,” ujarnya pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/11/2021).

Maxi juga menambahkan kendala lainnya adalah terkait dengan distribusi dan penyimpanan. Dalam hal ini, distribusi ke kabupaten/kota terkendala dengan pembiayaan karena ada daerah yang tidak mengalokasikan anggarannya serta kendala gudang penyimpanan vaksin penuh karena bersamaan dengan vaksin Covid-19.

Oleh karena itu, Maxi mengatakan untuk mengatasi masalah tersebut, ke depannya pengambilan vaksin rutin dilakukan bersamaan dengan vaksin Covid-19 serta imunisasi rutin ditingkatkan sehingga vaksin tidak menumpuk di gudang.

“Kalau sekarang ini memang prioritas (vaksin Covid-19, maka lebih terkonsentrasi ke vaksinasi Covid-19,” ucapnya.

Selanjutnya, kendala lainnya, lanjut Maxi karena tenaga kesehatan (nakes) banyak menangani pandemi Covid-19 serta posyandu pada masa PPKM darurat banyak ditutup. Sementara, Indonesia memiliki banyak daerah sulit dijangkau.

Untuk itu, sebagai solusi, Maxi mengatakan, imunisasi rutin ke depannya akan kembali dilakukan oleh nakes di puskesmas sedangkan vaksinasi untuk Covid-19 akan dibantu oleh nakes dari swasta serta TNI dan Polri.

Selain itu, dengan dibukanya posyandu akan kembali digiatkan imunisasi rutin serta puskesmas melakukan pemantauan pencatatan laporan kesehatan.

“Kami tahu bahwa memang belum ada laporan yang real time. Ini sementara disiapkan oleh Kementerian Kesehatan untuk ada laporan real time seperti pelaksanaan vaksinasi Covid-19” ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN