Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sumber: BSTV

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sumber: BSTV

PPKM LEVEL 4

Catat! Ini Aturan Anies Terkait Pembatasan Kapasitas Perkantoran

Kamis, 22 Juli 2021 | 12:48 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id  - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengeluarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 925 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Covid-19. Kepgub ini mengatur pembatasan kegiatan masyarakat pada PPKM Level 4 di Jakarta selama 5 hari terhitung sejak tanggal 21 Juli sampai 25 Juli mendatang.

Salah satu yang diatur secara detail adalah aktivitas di tempat kerja atau perkantoran. Pengaturan tersebut sebagai berikut:

1. Sektor non esensial: WFH (work from home) 100 %

2. Sektor esensial asuransi dan perbankan yang meliputi asuransi, bank, pegadaian, dana pensiun dan lembaga yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan

a. WFO (work from office) sebesar 50% untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan

b. WFO sebesar 25 % untuk pelayanan administrasi perkantoran untuk mendukung operasional dengan penerapan protokol kesehatan ketat

3. Sektor esensial:

- pasar modal (yang berorientasi pada pelayanan dengan pelayanan dengan pelanggan dan berjalannya operasional pasar modal secara baik)

- teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat

- perhotelan non-penanggungan karantina Covid-19

Ketiga sektor tersebut WFO sebesar 50% dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

4. Sektor esensial industri orientasi ekspor

Untuk sektor ini, perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 bulan terakhir atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor  dan wajib memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI).

- WFO 50% hanya di fasilitas produksi/pabrik dengan penerapan protokol kesehatan ketat

- WFO 10% untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional dengan penerapan protokol kesehatan ketat

5. Sektor esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya

- WFO 25% dengan penerapan protokol kesehatan ketat

6. Sektor kritikal kesehatan dan keamanan-ketertiban masyarakat

- WFO 100% dengan penerapan protokol kesehatan ketat

7. Sektor kritikal penanganan bencana, energi, logistik, transportasi, dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan-minuman (dan penunjangnya, termasuk untuk ternak/hewan peliharaan), pupuk-petrokimia, semen-bahan bangunan, objek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi dan utilitas dasar (listrik, air, pengelolaan sampah)

- WFO 100% hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan ketat

- WFO 25% untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN