Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dadang saat menerima penghargaan dari Direktur Utama Blue Bird, Noni Purnomo setelah menolong gadis korban penculikan.

Dadang saat menerima penghargaan dari Direktur Utama Blue Bird, Noni Purnomo setelah menolong gadis korban penculikan.

Cerita Dadang, Sopir Taxi yang Selamatkan Gadis Korban Penculikan

Mashud Toarik, Jumat, 5 Juni 2020 | 18:12 WIB

JAKARTA, investor.id – Selasa pagi itu, Dadang melakoni aktivitasnya seperti biasa, setelah mengantar penumpang pertamanya, pengemudi taxi ini lalu ke tempat mangkal untuk sekedar beristirahat sambil menunggu atau mencari penumpang baru.

Selama pandemi Covid-19, hampir semua bidang industri, termasuk jasa transportasi terpukul. Dadang pun merasakan dampaknya, tapi pria paruh baya ini tetap bersyukur meski hanya mendapat 2 hingga 3 penumpang per hari.

Belum lama mengusir lelah di pangkalan taxi yang berada di dekat halte Taman Empu Sendok, Kebayoran Baru, Dadang melihat seorang wanita muda yang kebingungan. Wajahnya lusuh, mata terlihat merah dengan hijab yang tergerai. Dengan sigap ia menawarkan jasa angkutan ke wanita ini.

Alih-alih mendapat penumpang, pertemuan dengan wanita tadi justru membuat Dadang harus melewati hari panjang. Sebab wanita yang kemudian diketahui bernama Narmi Andriani, ternyata adalah gadis muda yang berasal dari Jambi. Narmi telah dilaporan sebagai orang hilang sejak tanggal 29 Mei 2020.

Rasa iba dan kasian pun muncul, tanpa pikir panjang Dadang langsung memberikan pertolongan dengan berusaha mencari tahu keberadaan keluarga Narmi lewat media sosial Facebook. Dari sana Dadang mendapat informasi bahwa Narmi merupakan korban penculikan yang sedang dicari oleh keluarganya.

Singkat cerita, Narmi secara perlahan mulai dapat menceritakan bahwa ia berhasil melarikan diri dari jerat penculik karena berpura-pura pingsan. Dianggap merepotkan, penculik lalu membuang Narmi di daerah Lampung.

Merasa aman, Narmi, gadis desa yang tidak mengetahui arah jalan ini lalu berusaha mencari tumpangan apapun. Beruntung ada pengemudi kendaraan bak terbuka yang membantu meski ia tidak mengerti kemana tujuan sang pengendara.

Narmi bahkan tidak menyadari saat kendaraan yang ditumpangi tengah berada di atas kapal penyebangan menuju Pelabuhan Merak. Saat itu dia hanya merasakan kendaraan yang ditumpanginya bergoyang-goyang hingga akhirnya dia diturunkan di Jakarta.

Menurut cerita Dadang, ketika Narmi berada di daerah halte Empu Sendok, ia tidak tahu telah berada di mana; karena pertanyaan pertama yang disampaikan ke Dadang : "Pak, ini hari apa? dan saya ini ada di mana?

Ketika kemudian Dadang dapat berkomunikasi dengan ayah Narmi di Jambi; situasi mulai terang dan dapat dipecahkan.

Ayah Narmi meminta bantuan untuk membawa Narmi ke Polres Senen, dan kemudian beberapa saudara Narmi menemuinya di Polres tersebut.

Ayah Narmi yang sempat menangis - karena haru mendengar Narmi ditemukan dan menghiba meminta bantuan kepada Dadang, malam itu juga berangkat dari Jambi untuk menjemput Narmi ke Jakarta.

Sampai Narmi akhirnya kembali ke Jambi bersama ayahnya Rabu malam lalu, Dadang masih terus teringat kondisi Narmi yang terkesan kebingungan, namun ia sungguh merasa ikut bahagia karena Narmi telah dapat berkumpul lagi bersama ayah, keluarga, dan saudara-saudaranya.

Ketika ditanyakan mengapa ia sampai mengorbankan waktu dan tenaganya, sementara hari itu ia terpaksa tidak bisa melanjutkan kegiatannya mencari penumpang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Dadang bergumam: "Saya tidak membayangkan sekiranya kejadian yang dialami Narmi itu terjadi pada anak atau keponakan saya," ujarnya saat berada di kantor pusat Blue Bird Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Kepolosan jawaban Dadang sesungguhnya menggambarkan kebesaran jiwa dan keikhlasannya; dia telah berbuat sesuatu untuk kebaikan dan kebahagiaan orang (lain); sementara ia tidak mengharapkan balasan apalagi pujian.

“Saya melakukan ini sesuai yang saya yakini, dan sekarang saya bersyukur dapat bekerja di perusahaan Bluebird yang sesuai keyakinan saya, selalu berusaha memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang,” ujarnya.

Selain itu Dadang memegang prinsip untuk tidak segan menolong sesama, karena rezeki kita tidak akan lari ke mana-mana. “Contohnya hari ini saya merasa sangat terhormat karena mendapat undangan untuk makan siang dan mendapatkan apresiasi dari pimpinan perusahaan atas kejadian kemarin,” tutup Dadang.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN