Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Cermati BWPT, SMRA, ERAA, SMBR, UNVR

Rabu, 18 Oktober 2017 | 04:04 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Reliance Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini tertekan akan menguji IHSG pada perdagangan selanjutnya dengan rentang 5.907-5.961. Saham-saham yang masih dapat dicermati yakni BWPT, SMRA, ERAA, SMBR, UNVR.

 

Secara teknikal, IHSG bergerak cenderung tertekan pada zona upper Bollinger bands dengan momentum yang cukup tinggi terlihat di Indikator Stochstick yang berpotensi dead-cross. IHSG (-0.04%) ditutup pada zona negatif setelah bergerak tertekan selama perdagangan dengan turun 2.37 poin di level 5947.33. Indeks sektor aneka industri (-1.24%) memimpin pelemahan setelah saham ASII (-1.49%) terkoreksi setelah sentimen data penjualan mobil bulan september turun dilevel -5.3% dari periode sebelumnya dilevel 0.2%.

 

Sedangkan sektor pertambangan (+0.95%) berbalik menguat setelah imbas positif dari naiknya import batubara dari negara konsumen batubara dunia yang memicu penguatan harga batu bara NC setelah terkoreksi pada pekan lalu. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih cukup besar dilevel Rp 970,05 miliar dengan saham TLKM, BBCA dan ASII yang menjadi teratas dijual investor asing.

 

Sedangkan Erdikha Elit Sekuritas memperkirakan indeks kembali bergerak melemah pada perdagangan hari ini, dengan range pergerakan berada pada kisaran 5.915-5.957. Saham-saham yang menarik untuk dicermati : BSDE, HMSP, ISAT, JSMR, KLBF, UNVR

 

IHSG ditutup terkoreksi pada perdagangan kemarin tidak mampu bertahan pada leve double topnya di 5954. Stochastic nampak terkonsolidasi di areal jenuh beli dan bergerak cenderung berbalik arah, indikasi kembali pada trend bearish-nya, namun perlu konfirmasi trend lebih lanjut. Sementara Bill William masih melanjutkan fase Acceleration diikuti dengan penguatan momentum. (*)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN