Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Cermati HMSP, MAIN, MYOR, JSMR, ICBP, SMRA, dan INDF

Selasa, 29 Agustus 2017 | 09:46 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Indosurya Mandiri Sekuritas menyatakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat dengan rentang pergerakan 5.823–5.945. IHSG terlihat masih menguji rentang konsolidasi baru yang sedang berusaha untuk dibentuk bagi kekuatan/pijakan kenaikan berikutnya.

 

Resistance level baru yang telah tercapai dengan ditandai rekor tertinggi sepanjang masa yang baru telah menkonfirmasi pola uptrend jangka pendek - menengah - panjang bagi pergerakkan IHSG. Sedangkan dari sisi harga komoditas yang sedang berfluktuasi akan turut memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG. Cermati HMSP, MAIN, MYOR, JSMR, ICBP, SMRA, dan INDF.

 

Sedangkan Binaartha Sekuritas memperkirakan Indeks melaju dengan kisaran 5.850-5.960 dan terus mempertahankan posisinya hingga jelang akhir tahun pada 5.960-6.100. Meski ada baru ada penurunan BI-7 days (reserves) repo rate namun belum ada revisi terkait target IHSG.

 

Pasalnya, sekuritas ini menjamin perubahan suku bunga acuan BI memang tidak akan signfikan pada 2017. Ketika menilik posisi net buy investor asing di pasar saham secara year to date (YtD), posisinya kini tinggal Rp 2,83 triliun.

 

Adapun sentimen yang bakal mempengaruhi antara lain kondisi rupiah yang masih terdepresiasi, karena pelaku pasar cenderung masuk ke hard currency. Contohnya, euro dan United Stated (US) dolar. Aksi tersebut dilakukan dengan indikasi para pelaku pasar masih mencermati kondisi pasar jelang penyampaian pandangan moneter dari European Central Bank (ECB) dan Federal Reserve System (The Fed). (*)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN