Menu
Sign in
@ Contact
Search
Foto udara suasana pasca gempa berkekuatan 5,6 SR dengan pusat gempa 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Rabu  (23/11/2022). (B Universe Photo/Joanito De Saojoao)

Foto udara suasana pasca gempa berkekuatan 5,6 SR dengan pusat gempa 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11/2022). (B Universe Photo/Joanito De Saojoao)

Cianjur Sempat Dilanda Dua Kali Gempa Susulan

Jumat, 25 November 2022 | 11:32 WIB
Asni Ovier (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Gempa susulan kembali melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022) dini hari. Meski demikian, intensitas gempa di Cianjur berangsur melandai.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada pukul 01.44 WIB tadi terjadi gempa dengan kekuatan Magnitudo 4,1. Gempa dengan kedalaman 10 kilometer itu terjadi di 12 km barat daya Cianjur dan ikut diraSakan di Sukabumi dan Bogor.

Sementara, gempa kedua pagi ini terjadi pada pukul 03.51 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,4. Kedalaman gempa 6 km dan berlokasi di 7 km barat daya Kabupaten Cianjur serta dirasakan juga di Cipanas dan Cibeber.

Baca juga: LPEI Salurkan Bantuan Bencana Gempa Cianjur

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, intensitas gempa susulan di Kabupaten Cianjur akan semakin melandai sejak gempa berkekuatan M 5,6 pada 22 November lalu.

"Gempa-gempa susulan itu sebagian besar tidak dirasakan dan yang bisa mencatat adalah alat. Memang, ada beberapa yang dapat dirasakan. Insya allah, gempa-gempa susulan tersebut sudah mereda dan stabil," ujar Dwikorita, baru-baru ini.

Baca juga: Waskita Bantu Korban Gempa Cianjur, Kirimkan 5 Alat Berat dan Sembako

Dwikorita mengatakan, memasuki puncak musim penghujan, BMKG mengimbau kepada pemerintah daerah setempat dan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam ikutan seperti longsor dan banjir bandang yang membawa material-material reruntuhan lereng akibat gempa M 5,6.

"Saat ini curah hujan sedang meningkat menuju puncaknya di bulan Desember hingga Januari nanti, jadi harus diwaspadai kemungkinan terjadinya bencana ikutan usai gempa kemarin. Material lereng yang runtuh seperti tanah, batu, pohon, kerikil, dan lainnya harus dibersihkan agar tidak terbawa air dan menjadi banjir bandang. Hal ini pernah terjadi saat gempa Palu dan Pasaman Barat," ujarnya.

Baca juga: Bantu Korban Gempa Cianjur, PTPP Salurkan Beragam Bantuan

Dwikorita juga mengimbau saat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan semestinya menggunakan struktur bangunan tahan gempa. Menurutnya, banyaknya korban meninggal dan signifikannya kerusakan yang terjadi pada saat gempa tektonik bermagnitudo 5,6 selain akibat gempa dangkal juga akibat struktur bangunan yang tidak memenuhi standar tahan gempa.

"Mayoritas bangunan yang terdampak karena dibangun tanpa mengindahkan struktur aman gempa yang menggunakan besi tulangan dengan semen standar. Akibatnya, bangunan tersebut tidak mampu menahan guncangan gempa," ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com