Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Foto: SP/Joanito De Saojoao.

Presiden Joko Widodo. Foto: SP/Joanito De Saojoao.

Demo Boncengi Kenaikan Iuran BPJS, Presiden: Kita Harus Waspada

Novy Lumanauw, Kamis, 31 Oktober 2019 | 18:23 WIB

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran Kementerian/Lembaga (K/L) secara cermat menjelaskan kepada masyarakat tentang keputusan pemerintah menaikkan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Presiden Jokowi mengatakan jangan sampai isu kenaikan iuran BPJS dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memicu berbagai aksi unjuk rasa agar dapat menggoyang pemerintahan seperti yang terjadi di Cile, di mana protes masyarakat terhadap kenaikan biaya transportasi sebesar 4% berujung pada perombakan besar-besaran di tubuh kabinet.

“Saya kira pengalaman seperti ini harus bisa kita baca dan kita jadikan pengalaman. Kita harus selalu waspada sejak awal,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (31/10).

Kepala Negara mengatakan, setiap jajaran K/L harus memiliki kepedulian yang tinggi untuk menjelaskan secara rinci kepada masyarakat bahwa kenaikan iuran BPJS sama sekali untuk membantu biaya pengobatan masyarakat lainnya. Pada tahun 2019, katanya, pemerintah telah menggratiskan 96 juta rakyat untuk berobat di rumah sakit di berbagai daerah melalui program Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Kalau cara kita menerangkan tidak clear, tidak jelas, masyarakat akan menjadi ragu. Dibacanya, kelihatannya kita ini ingin memberatkan beban yang lebih banyak kepada rakyat,” kata Kepala Negara.

Disebutkan, total dana yang disubsidikan untuk program PBI mencapai Rp 41 triliun. “Rakyat harus mengerti ini. Dan, pada tahun 2020 subsidi yang kita berikan kepada BPJS sudah mencapai Rp 48,8 triliun. Itu angka yang besar sekali,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA