Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Andi Gani Nena Wea

Andi Gani Nena Wea

Demo Omnibus Law, KSPSI Minta Buruh Jangan Saling Sweeping

Thresa Sandra Desfika, Kamis, 5 Maret 2020 | 19:41 WIB

JAKARTA, investor.id - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengimbau buruh jangan saling sweeping saat demo keberatan atas draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Hal itu menyusul aksi unjuk rasa buruh menolak Omnibus Law Cipta Kerja di Tangerang pada Selasa (4/3). Aksi tersebut disertai tindakan sweeping ke berbagai perusahaan oleh aliansi buruh yang melakukan aksi.

"Sudah seharusnya seluruh buruh bersatu menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Bukan malah saling serang dan sweeping," ucap Ketua Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Tangerang Ahmad Supriadi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/3).

Dia menyampaikan, akibat aksi sweeping di Tangerang, beberapa buruh yang tidak ikut aksi menjadi korban pemukulan dan perusahaan terhenti proses produksinya. Salah satu yang menjadi korban adalah anggota dan juga brigade KSPSI Kabupaten Tangerang, Erus Saleh. Sementara, puluhan buruh KSPSI mengalami luka-luka ringan.

"Yang paling parah itu Erus Saleh bekerja di PT IKAD (Industri Keramik Angsa Daya) di Kecamatan Pasar Kamis, Tangerang. Korban terpaksa dijahit di bagian mulut. Sementara puluhan orang luka-luka ringan," katanya.

Ahmad menuturkan, pada saat itu ada aliansi buruh yang turun ke jalan menentang RUU Omnibus Law Cipta kerja. Rencananya mereka akan ke kantor gubernur. Tapi, yang terjadi malah melakukan aksi sweeping ke perusahaan-perusahaan.

Ahmad mengakui bukan tidak mendukung perjuangan menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja. KSPSI secara nasional sudah melakukan aksi besar-besaran tanggal 12 Februari 2020 di Jakarta.

Aksi langsung dipimpin Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea yang malah berani ambil risiko dengan jabatannya sebagai presiden komisaris di BUMN. Tapi, Andi tetap berani memimpin aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja.

"Kami kerahkan lebih dari 10.000 anggota yang bertolak ke sana. Aksi kami damai dan tertib tanpa adanya sweeping," ucapnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN