Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hermawan Saputra, Dewan Pakar IAKMI. Sumber: BSTV

Hermawan Saputra, Dewan Pakar IAKMI. Sumber: BSTV

Dibukanya Destinasi Wisata Berpotensi Ciptakan Kerumunan Baru

Kamis, 15 April 2021 | 23:46 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia  (IAKMI), Hermawan Saputra menyayangkan kebijakan pemerintah membuka destinasi wisata pada liburan Lebaran mendatang. Pasalnya, kebijakan tersebut berpotensi menciptakan kerumunan dan keramaian baru.

“Pemerintah harus membuat kebijakan yang selaras, jangan sampai  ditambah adanya dorongan untuk  berwisata atau membuka tempat wisata secara masif.  Ini harus dikendalikan,” kata Hermawan saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (15/4/2021).

Hermawan mengatakan, kebijakan membuka tempat wisata pada saat liburan menunjukan pemerintah hanya mengambil sikap moderat terutama adanya relaksasi  sebagai  kompensasi dilarangnya mudik. Padahal, aktivitas dalam kota  berpotensi lumpuh  di saat libur Idulfitri dan  penularan virus akan terjadi begitu cepat.

Untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19, Hermawan mengimbau agar  masyarakat  individu lebih baik  di rumah saja  daripada  akan membawa dampak  kenaikan kasus Covid-19.

Hermawan menyebutkan, di DKI Jakarta  dari 11 juta komposisi penduduknya, biasanya  3-4 juta diantaranya mudik.  Dengan adanya  kebijakan mudik Lebaran dilarang, tentu komposisi penduduk masih sama, sehingga ada kemungkinan masyarakat melakukan mobilitas ke tempat wisata atau mengunjungi keluarga.

Ia menyebutkan, perilaku virus di Jakarta belum terkendali,  jangan sampai perilaku manusia menyebabkan penularan virus Covid-19 meningkat secara masif. Hal ini tentu akan  sulit untuk melakukan pengendalian pandemi  Covid-19.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN