Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perumda Sarana Jaya .Foto ilustrasi: IST

Perumda Sarana Jaya .Foto ilustrasi: IST

Dirut BUMD DKI Tersangka, Wagub Ariza Hormati Proses Hukum KPK

Selasa, 9 Maret 2021 | 10:36 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id   – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara terkait penetapan Direktur Utama salah satu BUMD DKI Jakarata, Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan sebagai tersangka oleh oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (5/3/2021) lalu. Ariza mengatakan Pemprov DKI Jakarta menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di KPK.

“Mari kita hormati proses semua ini penegakan hukum, siapa pun nanti, kita akan lihat hasilnya sesuai dengan fakta data yang ada di lapangan berdasarkan hasil penyelidikan maupun penyelidikan dari pihak KPK,” ujar Ariza di Balai Kota, Jakarta, Senin (8/3/2021) malam.

Wagub DKI Jakarta AhmadRiza Patria (Ariza). Sumber: BSTV
Wagub DKI Jakarta AhmadRiza Patria (Ariza). Sumber: BSTV

Ariza mengatakan pihaknya mendukung sepenuhnya langkah-langkah KPK dalam mengusut kasus dugaan korupsi tersebut. Pemprov DKI Jakarta, tutur dia, memberikan kesempatan kepada KPK dalam memeriksa perkara yang melibatkan Yoory sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Kami Pemprov DKI Jakarta tentu memberikan dukungan penuh kepada semua aparat hukum, aparat kepolisian sampai nanti di pengadilan untuk dapat menegakkan keadilan,” tandas dia.

Selain itu, Ariza mengatakan pihaknya juga memberikan kesempatan kepada Yoory untuk membela hak-haknya atau mempertanggungjawabkan perbuatannya. Yang terpenting, kata Ariza, sesuai dengan fakta dan data yang terjadi.

“Kami memberi kesempatan kepada Saudara Yoory dan yang lain siapa saja nanti untuk juga dapat membela diri,” ungkap dia.

Sebagai negara hukum, kata Ariza, semua pihak harus tunduk pada hukum yang berlaku. Karena Indonesia menganut asas hukum praduga tak bersalah, kata Ariza, maka pihaknya memberikan kesempatan kepada KPU untuk bekerja dan juga memberikan kesempatan kepada Yoory untuk membela haknya.

“Tentu kita menganut asas praduga tak bersalah dan memberi kesempatan yang bersangkutan (Yoory)untuk menyampaikan dan membela sesuai dengan situasi fakta dan data yang ada dan juga memberi kesempatan kepada pihak KPK untuk dapat memeriksa sesuai dengan aturan ketentuan yang ada,” pungkas Ariza.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN