Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

PPDB 2020

Disdik DKI Buka Jalur Zonasi Tingkat RW

Imam Suhartadi, Rabu, 1 Juli 2020 | 05:46 WIB

JAKARTA, investor.id - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik ) DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, Pemprov DKI kembali membuka seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020 untuk jalur zonasi dengan nama seleksi jalur zonasi bina Rukun Warga (RW). Seleksi ini khusus untuk mengakomodir siswa yang tinggal satu RW dengan sekolahnya.

“Untuk mengakomodir tingginya minat sekolah negeri, di mana ada siswa yang pada satu RW dengan sekolahnya belum dapat diterima, maka hari ini kami mengumumkan Pemprov DKI melalui Dinas Pendidikan membuka jalur yang namanya jalur zonasi untuk bina RW sekolah,” ujar Nahdiana dalam konferensi pers bersama Kemendikbud dan Disdik DKI yang disiarkan aplikasi zoom, Selasa (30/6).

Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Kuotanya, kata Nahdiana, dengan menambah rasio di setiap kelas dari 36 menjadi 40 siswa sehingga ada penambahan di setiap kelas sebanyak empat kursi atau siswa. Namun, dia mengingatkan jalur zonasi untuk bina RW ini hanya untuk siswa tamatan tahun 2020.

“(Seleksinya) Akan kami buka di 4 Juli dan lapor diri pada tanggal 6 Juli,” ungkap dia.

Jika suatu RW jumlah siswanya banyak dan melebih kuota yang ditetapkan, maka akan dilakukan seleksi dengan kriteria usia. Siswa dengan usia yang tertua akan diutamakan dibandingkan yang usianya muda.

“Kami tentunya berkoordinasi dengan Kemdikbud sebelum memutuskan ini. Kami minta untuk diizinkan menambah kuota karena memang banyak minat masyarakat yang tinggi,” tutur dia.

Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Pada kesempatan yang sama, Plt Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad mengatakan pihaknya mengizinkan Disdik Pemprov DKI menambah kuota siswa di jalur zonasi.

Menurut dia, sepanjang alasannya meyakinkan dan mengakomodir aspirasi masyarakat untuk masuk sekolah negeri, maka pihaknya dengan terbuka membolehkan penambahan siswa di setiap kelas yang berada di masing-masing sekolah di DKI Jakarta.

“Jadi yang disampaikan Bu Nahdiana itu pasti sudah kami diskusikan sejak minggu lalu. Jadi itulah solusi yang memang kami sepakati untuk menambah kuota di sekolah negeri,” kata Hamid.

Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Hamid mengakui apa yang terjadi di DKI Jakarta juga pernah terjadi di Kota Surabaya 2 tahun sebelumnya yang meminta penambahan siswa dari 32 menjadi 36 siswa setiap kelas. Kemendikbud, kata dia, juga menerima permintaan Kota Surabaya untuk mengakomodir aspirasi masyarakat.

“Kami juga tetap mempertimbangkan jangan sampai penambahan jumlah siswa itu pada akhirnya menutup sekolah swasta. Hal itu menjadi pertimbangan betul karena sekolahswasta kontribusinya cukup besar terhadap angka partisipasi siswa kita,” pungkas Hamid.

Penurunan Kuota Jalur Zonasi

Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Kadisdik DKI Jakarta menjelaskan alasan kuota jalur zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta Tahun Ajaran 2020/2021 diturunkan dari ketentuan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2020.

Nahdiana mengatakan, penurunan kuota dari 50 persen menjadi 40 persen telah dikoordinasikan dengan kementerian.

Disdik kemudian menambah kuota jalur afirmasi bagi yang ekonominya lemah dari 20 persen menjadi 25 persen dari minimal yang ditetapkan 15 persen.

“Lalu untuk jalur zonasi, kami awalnya memang 50 persen dan itu yang terkikis adalah jalur prestasi,” katanya.

Protes orang tua murid di DKI tentag kriteria usia di seleksi PPDB. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Protes orang tua murid di DKI tentag kriteria usia di seleksi PPDB. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Jalur prestasi di sini tentunya harus menghitung dulu jalur afirmasi, inklusi dan jalur zonasi. Karena itu ditentukan 40 persen sehingga jalur prestasi (SMP dan SMA) bisa 30 persen dengan 20 persen akademis, 5 persen nonakademis dan 5 persen prestasi dari luar DKI.

Selain itu, Nahdiana juga menjelaskan mengenai pendekatan untuk jalur afirmasi, inklusi dan zonazi. Pendekatannya menggunakan zona dan kriteria usia dengan harapan seluruh masyarakat di zonasi tersebut dapat terserap.

“Kemudian nanti anak-anak yang berprestasi, yang memiliki nilai akademis baik terus usianya lebih muda akan masuk di jalur prestasi,” ujar Nahdiana.

Jalur prestasi mulai dibuka pada tanggal 1-3 Juli 2020 pukul 15.00 WIB tanpa penetapan zona. Dia menilai ada kesempatan bertanding dengan kapabilitas yang lebih tinggi sesuai dengan kemampuan prestasi yang dimiliki oleh anak-anak didik. (b1)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN