Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pelaksanaan ganjil genap di masa PSBB transisi. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Pelaksanaan ganjil genap di masa PSBB transisi. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Dishub DKI: Ada Kemungkinan Ganjil Genap Berlaku Seharian

Minggu, 9 Agustus 2020 | 10:23 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan, ada kemungkinan kebijakan pembatasan kendaraan berdasarkan plat nomor polisi ganjil dan genap, bisa berlaku seharian tanpa adanya skema pembagian waktu seperti saat ini.

Syafrin mengatakan, durasi ganjil genap seharian tersebut, kemungkinan bisa diterapkan usai ganjil genap yang diberlakukan di 25 ruas jalan dengan dua waktu yakni pagi hari pada 06.00- 10.00 WIB dan sore hari pada 16.00- 19.00 WIB dengan hanya baru berlaku untuk kendaraan mobil.

“Ini akan kami evaluasi dan bukan tidak mungkin pola ganjil genap yang diatur dalam Pergub 51 Tahun 2020 tentang PSBB masa transisi ini bisa diterapkan lebih. Seperti, diterapkan di seluruh ruas jalan, diterapkan sepanjang hari. Bisa juga diterapkan bagi seluruh kendaraan bermotor yang ada di jalan. Tidak parsial yang ada sekarang, kita terapkan,” ujar Syafrin di Jakarta, Jumat (7/8).

Syafrin Liputo, Kadishub DKI. Sumber:BSTV
Syafrin Liputo, Kadishub DKI. Sumber:BSTV

Syafrin menjelaskan, pertimbangan -pertimbangan untuk evaluasi aturan tersebut, akan dengan melihat penularan Covid-19 di Jakarta masih tinggi.

Sementara, pergerakan masyarakat di Jakarta masih harus dibatasi agar tidak terjadi penularan virus secara terus-menerus.

Menurut Syafrin, instrumen ganjil genap secara ketat dan berlaku di seluruh ruas Jakarta diharapkan secara efektif mengurangi aktivitas masyarakat di jalan. Terlebih lagi saat ini Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) ditiadakan.

“Jadi implementasi saat ini instrument kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam rangka pengendalian pergerakan warga, karena sejak dihapuskannya SIKM tanggal 14 Juni maka tidak ada lagi instrumen pengendalian pergerakan warga di Jakarta,” tuturnya.

Pelaksanaan ganjil genap di masa PSBB transisi. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Pelaksanaan ganjil genap di masa PSBB transisi. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Diketahui, kebijakan ganjil genap saat ini sedang dilakukan masa sosialisasi yang rencananya akan sampai Jumat ini. Kemudian pekan depan untuk 25 ruas jalan yang ditentukan tersebut, sudah mulai dilakukan penindakan terhadap pelanggar ganjil genap.

Sementara itu, anggota DPRD DKI Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, mengaku tak setuju dengan diberlakukannya ganjil genap di tengah pandemi Covid-19. Kebijakan tersebut justru malah akan semakin mempersulit masyarakat terutama dalam memperbaiki ekonominya.

“Kebijakan ganjil genap di tengah ekonomi yang merosot sangat tidak tepat. Saat rakyat berusaha untuk mencari nafkah atau menjaga keberlangsungan usaha, terasa tidak bijaksana membatasi pergerakan mereka,” kata Gilbert di Jakarta, baru-baru ini.

Anggota Komisi B DPRD DKI itu menjelaskan, dengan diterapkannya ganjil genap justru akan membuat warga beralih menggunakan kendaraan umum yang jauh lebih berbahaya terdampak Covid-19.

“Maka sebaiknya ditinjau ulang. Peraturan ganjil genap di tengah pandemic Covid-19 yang semakin parah belakangan ini di Jakarta, terasa sangat tidak tepat,” ujarnya.

Menurut Gilbert, di tengah banyak aktivitas yang ditutup seperti sekolah, dan tempat-tempat lainnya, kondisi Jakarta tidak mendesak untuk diberlakukannya kebijakan ganjil genap. Pencegahan penularan Covid-19 bukan dengan membatasi pergerakan, namun dengan memperketat penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Gilbert juga tak yakin ganjil genap tak efektif mengurangi jumlah karyawan di kantor. Terlebih dengan semakin banyak karyawan yang beralih kerja menggunakan angkutan umum justru banyak menambah resiko penularan di perkantoran.

“Kalau untuk mengurangi karyawan yang masuk, maka karyawan tetap akan masuk karena masalah peraturan kantor dan risiko tertular karena transportasi umum lebih berisiko daripada kendaraan pribadi,” kata Gilbert.

Panduan Aman Bersepeda

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membagikan buku saku panduan aman bersepeda selama pandemi Covid-19 kepada masyarakat secara cuma-cuma dengan harapan masyarakat dapat bersepeda dengan aman dan bijak selama beraktivitas di ruas jalan Ibu Kota.

“Jadi setiap sepeda dibeli akan diberikan atau disertai dengan buku panduan ini, sehingga mereka akan terinformasikan langsung pada saat membeli sepeda,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.

Ia mengatakan pemprov telah menyiapkan dua cara pembagian buku ini, yaitu dibagikan langsung kepada pesepeda dan melalui komunitas yang bekerja sama dengan produsen sepeda.

Lebih lanjut, Syafrin mengatakan pemerintah menerbitkan buku ini sebagai upaya memaksimalkan pelayanan kepada warga, sekaligus melengkapi keberadaan jalur sepeda dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2017-2022.

Pada 2019, DKI membuat jalur sepanjang 63 kilometer secara bertahap. Pada fase satu, jalur sepeda sepanjang 25 kilometer dibentangkan antara Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan MH Thamrin, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Proklamasi, Jalan Pramuka dan Jalan Pemuda.

Kemudian fase dua dengan panjang jalur 23 kilometer dilakukan di Jalan Jendral Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim dan Jalan RS Fatmawati Raya.

Terakhir fase tiga sepanjang 15 kilometer berada di Jalan Tomang Raya, Jalan Cideng Timur, Jalan Kebon Sirih, Jalan Matraman Raya, Jalan Jatinegara Barat dan Jalan Jatinegara Timur.

“Ini juga sejalan dengan adanya perubahan paradigma penanganan dari ‘car oriented development’ (COD) menjadi ‘transit oriented development’ (TOD),” ucapnya. (b1/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN