Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.  Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Ditangkap KPK, Eks Wali Kota Yogyakarta Diduga Terlibat Suap Izin Apartemen

Jumat, 3 Juni 2022 | 08:33 WIB
Fana Suparman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id -  Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan sejumlah pihak lain dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Yogyakarta, Kamis (2/6/2022).

Haryadi dan para pihak itu dibekuk lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap terkait pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) apartemen. "Betul (suap perizinan soal IMB apartemen)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (3/6).

Advertisement

Baca juga: KPK Tangkap 9 Orang dalam OTT Eks Wali Kota Yogyakarta

Dalam OTT tersebut, tim satgas KPK turut menyita sejumlah dokumen dan uang tunai dalam pecahan dolar Amerika Serikat. Dokumen dan uang itu diduga merupakan bukti tindak pidana suap yang melibatkan Haryadi dan pihak lainnya.

Saat ini, Haryadi dan para pihak yang dibekuk sedang menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. KPK akan menentukan status hukum para pihak yang ditangkap tersebut dalam gelar perkara.

"Segera setelahnya akan kami sampaikan perkembangannya," terang Ali.

Tim satgas KPK juga menyebutkan dalam OTT tersebut diamankan sembilan orang, yaitu mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan delapan orang terdiri atas pejabat di pemerintah Kota Yogyakarta dan pihak swasta.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN