Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

DKI Buka PPDB Jalur Prestasi Akademis Mulai 1 Juli 2020

Imam Suhartadi, Selasa, 30 Juni 2020 | 06:01 WIB

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2020/2020 untuk jalur prestasi akademis pada 1-3 Juli 2020.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan calon peserta didik baru yang belum diterima melalui jalur zonasi dapat memanfaatkan jalur prestasi akademis untuk mendaftar ke sekolah yang diinginkan.

"Pada jalur prestasi akademis jenjang SMP dan SMA disiapkan kuota sebanyak 25 persen," kata Nahdiana dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual, Senin (29/6) .

Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Rincian kuota 25 persen yang disediakan tersebut, yakni sebesar 20 persen untuk calon peserta didik baru dari DKI Jakarta dan lima persen dari luar DKI Jakarta. Sedangkan untuk jenjang SMK disiapkan kuota 55 persen terdiri atas 50 persen untuk calon peserta didik baru dari DKI Jakarta dan lima persen dari luar DKI.

Adapun seleksi utama yang digunakan dalam jalur prestasi akademis ini, kata Nahdiana, memperhitungkan rata-rata nilai akademis selama lima semester terakhir dan nilai akreditasi sekolah asal.

"Nilai raport yang digunakan untuk jenjang SD ke SMP meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Pendidikan Kewarganegaraan," katanya.

Protes orang tua murid di DKI tentag kriteria usia di seleksi PPDB. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Protes orang tua murid di DKI tentag kriteria usia di seleksi PPDB. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Sedangkan nilai raport yang digunakan untuk jenjang SMP ke SMA atau SMK meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Inggris. Seleksi PPDB 2020 jalur prestasi akademis menerapkan batas nilai tertinggi dan terendah. Proses seleksi dilakukan dengan mengurutkan dari nilai tertinggi ke nilai yang lebih rendah sesuai denganjumlah kuota yang tersedia.

Selain itu, proses seleksi dan pilihan sekolah pada jalur prestasi akademis tidak terikat zonasi. Calon peserta didik baru juga dapat mendaftar dan memilih sekolah di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Pada jalur prestasi akademis, calon peserta didik baru dapat memilih tiga pilihan sekolah sesuai dengan urutan prioritas pilihan. Jika dari ketiga pilihan tersebut belum lulus, seleksi calon peserta didik baru dapat mendaftarkan dan memilih kembali sekolah lainnya.

"Sepanjang masih dalam periode seleksi jalur prestasi akademis, yakni sampai tanggal 3 Juli 2020 pukul 15.00 WIB," kata Nahdiana.

Disdik DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam proses PPDB tersebut dan sesuai dengan peraturan yang ada.

Minta Dibatalkan

Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Sejumlah orang tua Calon Peserta Didik Baru (CPDB) bersama Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Sirait melakukan audiensi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membahas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta yang dinilai janggal.

"Kami minta dibatalkan selain melanggar UU, melanggar Permendikbud 44/2019 dengan argumen luar biasa, 50.000 anak akan kehilangan pendidikan," kata Arist Sirait saat ditemui di depan Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta, Senin (29/6).

Arist ikut dalam aksi protes yang dilakukan oleh orang tua CPDB karena sudah ada empat anak yang putus asa hingga depresi akibat tidak diterima dalam PPDB sistem zonasi. Bahkan satu orang dikabarkan meninggal dunia.

Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Unjuk rasa tolak syarat usia dalam PPDB DKI Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

"Itu satu orang bahkan meninggal di Kayu Manis. Data itu dari orang tuanya. Dari empat orang, tiga itu depresi tapi masih dalam kondisi baik, sedangkan satu orang meninggal," kata Arist.

Permintaan para orang tua untuk dibatalkannya PPDB DKI Jakarta itu didasari dua hal. Pertama, Dinas Pendidikan DKI Jakarta dianggap tidak menjalankan aturan sesuai Permendikbud terkait aturan kuota zonasi.

"DKI memberi 50 persen kuota tapi dikurangi jadi 40 persen untuk sistem zonasi, juknisnya saja sudah melanggar," kata Arist.

Kedua, Dinas Pendidikan DKI Jakarta dinilai tetap melanggar aturan zonasi yang berdasarkan jarak rumah menuju sekolah dan lebih mementingkan penerimaan berdasarkan usia. (b1/ant)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN