Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tower 4 Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.  Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Tower 4 Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

DKI Pastikan Ketersediaan Fasilitas Kesehatan di Tempat Isolasi

Senin, 5 Oktober 2020 | 05:26 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pemeritah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan ketersediaan sarana dan prasarana medis di hotel, wisma dan penginapan yang menjadi tempat isolasi terkendali.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria yang akrab disapa Ariza, mengatakan, Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat menyiapkan seluruh keperluan sarana dan prasarana lingkungan medis, tenaga kesehatan, obat-obatan, APD, serta masker.

“Semua kebutuhan telah disiapkan. Masyarakat Jakarta tidak perlu khawatir, kami akan memberikan pelayanan penanganan yang sebaik-baiknya dan secepat-cepatnya,” ujar Riza Patria saat meninjau langsung tempat isolasi terkendali, Hotel Ibis Styles Jakarta, Minggu (4/10).

Dia mengatakan, masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 dengan tanpa gejala atau gejala ringan, diminta tidak khawatir dan takut untuk melakukan isolasi terkendalidi hotel, penginapan dan wisma yang telah disiapkan pemerintah.

Ariza mengatakan, para penge lola dan pemilik hotel yang menjadi tempat isolasi terken dali, seperti Hotel Ibis Styles Mangga Dua, sudah mengikuti dan menyediakan prosedur kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ariza berharap pasien menjalankan isolasi terkendali di hotel untuk mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan.

Tower 4 Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (20/9/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao
Tower 4 Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

“Perlu diketahui di sini adalah tempat solasi jadi bukan berlibur, bukan bersenang-senang, semua protokol dilaksanakan, keluarga juga tidak boleh datang, ini bukan tempat berkumpul atau bermain di sini adalah semuanya diatur,” imbuhnya.

Ariza juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang mendukung terlaksanakan isolasi terkendali yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Pemerintah pusat, kata dia, telah menyediakan fasilitas-fasilitas isolasi terkendali, yakni Wisma Atlet Kemayoran dan 18 hotel. Dari 18 hotel yang direncanakan, sudah ada tiga hotel yang beroperasi, yakni Ibis di Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara; Hotel U Stay, Tebet, Jakarta Selatan; serta Hotel Ibis, Senen, Jakarta Pusat.

Sementara Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan 3 tempat untuk dijadikan lokasi isolasi terkendali, yakni Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Centre), Jakarta Utara; Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur; dan Graha Wisata Ragunan, Komplek GOR Jaya Raya Ragunan, Jakarta Selatan.

“Gubernur (Anies Baswedan) sebelumnya laporkan kepada Presiden (Joko Widodo) tentang perlunya isolasi terpusat dan mendapat dukungan penuh, dan presiden langsung menyiapkan Wisma Atlet dan hotel-hotel. Kami di kantor juga menyiapkan beberapa tempat ada di Wisma Taman Mini, di Wisma Ragunan dan Wisma Jakar ta Utara,” tandasnya.

Tinjau Langsung

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Wagub DKI meninjau langsung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rujukan Covid-19, RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan tempat isolasi terpusat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (3/10).

Dalam kunjungan di kedua lokasi tersebut, Wagub Ariza didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti. Saat meninjau RSUD Pasar Minggu, Ariza mengatakan ingin memastikan pihak RUSD tersebut terus bekerja dengan baik dengan jumlah tenaga medis dan non-medis yang tercukupi kebutuhannya dalam rangka menangani kasus pasien Covid-19.

“Saya di sini ingin memastikan seluruh elemen RSUD Pasar Minggu memiliki jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) seperti dokter, tenaga kesehatan yang cukup. Lalu kita ingin memastikan para pasien dilayani dengan baik dengan fasilitas dan alat-alat kesehatan terbaik yang dimiliki oleh rumah sakit,” ujar Ariza di sela-sela kunjungan tersebut.

Ariza juga menyempatkan diri untuk berkomunikasi dengan pasien Covid-19 di RSUD Pasar Minggu secara virtual untuk memberikan dorongan moral, agar mereka semangat dalam menjalani proses penanganan oleh pihak rumah sakit.

Alhamdulliah mereka senang dan bersyukur dirawat dengan pelayanan terbaik. Kemudian jumlah obat-obatan juga cukup, jadi saya pribadi jadi tenang tidak hanya mendengar dari laporan dan media, tapi juga melihat langsung interaksi berdialog dengan dokter, perawat dan pasien,” unggap Ariza.

Setelah itu, Ariza bersama Widyastuti melanjutkan kunjungan ke Wisma Atlet. Di sana, Ariza berdialog dalam rangka memastikan kondisi penanganan pasien Covid-19 terlaksana sesuai protokol dan aturan yang ada.

“Dukungan tempat tidur tidak perlu dikhawatirkan. Jumlahnya mencukupi, kita terus menjaga sesuai saran dari pemerintah dan WHO agar bisa terjaga di 60-70%. Juga APD, masker, obat-obatan, suplemen juga siap, termasuk tenaga dokter dan medis kita terus penuhi,” terang Ariza.

Di samping itu, Pemprov DKI juga terus meningkatkan kinerja dalam penanganan dan pengendalian wabah Covid-19; antara lain melakukan redistribusi, refungsi, dan rekrutmen untuk memastikan jumlah tenaga dokter, dan tenaga medis bisa dipenuhi sesuai dengan kebutuhan.

Pemasangan Stiker

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan pemasangan stiker di rumah pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri untuk memberikan layanan yang lebih baik.

“Era keterbukaan saat ini, dengan identitas semakin jelas, maka pelayan pengobatan akan semakin baik pula,” tegasnya.

Ariza mengatakan dengan diketahui para pasien yang melakukan isolasi mandiri, lingkungan sekitar mereka dapat memahami serta memberikan bantuan dan dukungan bersama untuk mempercepat kesembuhan.

“Jangan sampai kalau ada yang sakit, kemudian menjadi stigma negatif. Justru jika diketahui, akan sangat mudah untuk memberikan pelayanan,” jelasnya.

Dia menyatakan pemasangan stiker itu sudah dilakukan untuk mengidentifikasi pasien yang sedang melakukan isolasi mandiri.

“Semua pihak telah bekerja, dari tingkatan wali kota, lurah, Puskesmas, hingga pengurus RT dan RW untuk memberikan dukungan kepada para pasien tersebut,” katanya. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN