Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pelaksanaan ganjil genap di masa PSBB transisi. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Pelaksanaan ganjil genap di masa PSBB transisi. Foto: SP/Joanito De Saojoao

DKI Siap Evaluasi Penerapan Ganjil Genap di Masa PSBB Transisi

Minggu, 6 September 2020 | 09:50 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengikuti saran dari Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Munardo untuk melakukan evaluasi atas penerapan sistem ganjil genap selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

Evaluasi ini terkait efektivitas sistem ganjil genap dalam membatasi pergerakan atau mobilitas warga untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Apa yang menjadi perhatian dan saran Pak Doni akan kita perhatikan, akan kita evaluasi (sistem ganjil genap) dengan Dinas Perhubungan dan Polda Metro Jaya. Prinsipnya semua yang diambil selalu kita diskusikan,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jakarta, Jumat (4/9).

Ariza kembali menegaskan bahwa penerapan sistem ganjil genap pada masa pandemic Covid-19 berbeda dengan pada masa normal atau sebelum pandemi. Jika pada masa sebelum pandemi Covid-19, penerapan ganjil genap bertujuan mengurai kepadatan, maka pada masa pandemic Covid-19 lebih bertujuan membatasi pergerakan orang.

Pelaksanaan ganjil genap di masa PSBB transisi. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Pelaksanaan ganjil genap di masa PSBB transisi. Foto: SP/Joanito De Saojoao

“Di PSBB Transisi, berlakukan kembali (sistem ganjil genap) di awal Agustus 2020 untuk selain mengurangi kemacetan juga untuk membatasi keluar rumah. Biar orang mengatur ‘oh mobil saya ganjil ya sudah’. Untuk mengatur orang yang keluar acara, belanja bertemu temanteman,” jelas dia.

Menurut Ariza, seharusnya di masa pandemi Covid-19 khususnya pada masa PSBB hingga PSBB transisi, jumlah kendaraan dan penumpang berkurang. Pasalnya, tempat kerja sudah diwajibkan menerapkan kapasitas 50 persen sehingga sebagian bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Selain itu, ,sudah banyak juga warga yang tidak kerja atau di PHK. “Kalau mau jujur kan yang naik kendaraan berkurang karena tidak bekerja atau di- PHK, karena bekerja dari rumah atau WFH sehingga, nggak keluar rumah,” tandas dia.

Pelaksanaan ganjil genap di masa PSBB transisi. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Pelaksanaan ganjil genap di masa PSBB transisi. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Meski demikian, lanjut Ariza, Pemprov DKI akan mengecek peningkatan jumlah penumpang di transportasi publik sebagaimana disebutkan oleh Doni Munardo. Apakah peningkatan jumlah tersebut disebabkan karena penerapan sistem ganjil genap.

“Bisa saja ada peningkatan karena ada yang kembali kerja, ada keperluan, kita cek apakah ada korelasinya (dengan sistem ganjil genap),” tutur dia.

Selain itu, kata Ariza, peningkatan jumlah penumpang pada transportasi publik bisa juga disebabkan oleh situasi ekonomi yang semakin buruk. Warga, menurut dia, meni lai lebih hemat menggunakan transportasi publik dibandingkan kendaraan pribadi saat beraktivitas.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta sudah menerapkan sistem ganjil genap untuk mengendalikan mobilitas warga sejak 3 Agustus 2020 lalu.

Sistem ini berlaku untuk kendaraan roda empat atau lebih di 25 ruas jalan di Jakarta. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN