Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dompet Dhuafa USA Berikan Bantuan ABD untuk Anak Tuna Rungu di Jateng

Dompet Dhuafa USA Berikan Bantuan ABD untuk Anak Tuna Rungu di Jateng

Dompet Dhuafa USA Berikan Bantuan ABD untuk Anak Tuna Rungu di Jateng

Jumat, 5 Maret 2021 | 21:29 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

PURWOKERTO, investor.id – Meningkatkan kepedulian bagi kelompok disabilitas di Indoneia, Dompet Dhuafa USA memberikan bantuan Alat Bantu Dengar (ABD) bagi tiga anak dengan gangguan pendengaran di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Bantuan diberikan melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Purwokerto Dompet Dhuafa Jateng, pada Rabu (3/3) bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran sekaligus Hari Pendengaran Dunia (Word Hearing Day) yang diperingati setiap 3 Maret, sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan telinga dan pencegahan gangguan pendengaran.

Novara Alma, Pimpinan Dompet Dhuafa USA mengatakan, isu disabilitas merupakan isu global dan Indonesia masih banyak kelompok-kelompok disabiltas yang tidak terlihat, salah satunya orang dengan gangguan dengar (tuli). Menyalurkan amanah donatur warga Amerika untuk anak-anak di Indonesia pada program Peduli Tunarungu Indonesia, yang bertepatan dengan momentum Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran sekaligus Hari Pendengaran Dunia (Word Hearing Day). 

Tiga anak yang mendapatkan bantuan ABD adalah Defis Defana Putra (6) siswa kelas 1 Sekolah Luar Biasa  (SLB), Ikhya Tamamul Khuluq (9) siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Azura Sabrina Khairi (8)  siswi kelas 2 Sekolah Luar Biasa  (SLB).

Bertempat diruang pendopo Bupati Purbalingga Selasa (3/3) penyaluran ABD dihadiri Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, S.E., BE.Con, M.M. Bupati Dyah Hayuning Pratiwi mengucapkan terimakasih kepada Dompet Dhuafa dan donatur yang telah membantu warga Purbalingga. “Kepada penerima semoga bantuan dapat bermanfaat dan dimanfaatkan dengan baik semoga nambah semangat dan motivasi belajar,” ucap bupati muda ini, yang baru saja dilantik beberapa hari lalu.

Mushodiq (62), orang tua  dari Ikhya Tamamul Khuluq (9), merupakan guru honorer disalah satu Madrasah di Kabupaten Purbalingga. “Dengan segala keterbatasan kami sebagai orang tua, membeli alat bantu dengar sangat mustahil pada awalnya,” ungkapnya.

Sementara, Siti Misrohatun (44) ibunda dari Azura Sabrina Khairi (8)  mengatakan satu set alat bantu dengar yang harganya ini setara dengan satu unit motor matic. 

"Bagi saya seperti mimpi untuk bisa dibeli. Dari sekolah SLB anak saya, ada yang pernah mendapatkan bantuan Dompet Dhuafa dan saya mencari info sejak tahun lalu, Alhamdulillah tahun ini do’a dan harapan saya qobul, ABD untuk Azura,” katanya. Siti merupakan janda tiga anak, dengan penghasilan yang tidak seberapa sebagai buruh pencabut benang pada industri konveksi rumahan di kampungnya, Dusun pekiringan, Karangmoncol, Purbalingga, Jawa Tengah.

Bantuan ABD bagi anak-anak dengan gangguan dengar (tuli) merupakan salah satu aktivitas program Peduli Tunarungu Indonesia yang digagas oleh Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Purwokerto Dompet Dhuafa Jateng sejak tahun 2016 silam.

Tidak hanya dalam wujud bantuan ABD, tetapi pendampingan dilakukan bersama komunitas-komunitas lain yang konsen pada isu disabilitas tuli, diantaranya berbagai campaign isu disabilitas, campaign bahasa isyarat, screeening gangguan pendengaran,dan aktivitas promotif-preventif lainnya.

Adapun bantuan ABD merupakan wujud partisipasi dompet Dhuafa dalam upaya rehabilitasi anak-anak anak-anak dengan gangguan dengar ini untuk dapat berkomunikasi lebih baik lagi, ungkap Satrianova Pimpinan Dompet Dhuafa Jateng. 

Dari data WHO pada bulan Februari 2017 mencatat ada 5% dari populasi dunia atau sekitar 360 juta orang yang menderita gangguan pendengaran. Setiap tanggal 3 Maret diperingati sebagai Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan telinga dan pencegahan gangguan pendengaran.

Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama 27 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.

 

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN