Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah pengunjung memenuhi koridor-koridor tempat berbelanja di Blok A dan Blok B Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Sejumlah pengunjung memenuhi koridor-koridor tempat berbelanja di Blok A dan Blok B Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Doni Monardo: Masyarakat Abai Prokes karena Masih Tak Percaya Covid-19

Rabu, 5 Mei 2021 | 11:59 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Ketua Satgas Penangan Covid-19, Doni Monardo mengatakan,  masih adanya masyarakat yang tidak disiplin atau abai terhadap protokol kesehatan (prokes) seperti terjadinya kerumunan di Pasar Tanah Abang pekan lalu karena masih banyak  tidak percaya dengan Covid-19.

Hal ini berdasarkan survei dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) 2020,  terdapat 17% masyarakat  yang  tidak percaya Covid -19.

“Ini masalah karena 17% dari 270 juta warga negara kita itu  puluhan juta orang yang masih belum percaya Covid-19. Padahal Covid-19 ini sudah membunuh jutaan orang di seluruh dunia dan negara kita juga sudah sangat banyak yang menjadi korban,” kata Doni pada acara  FMB9 yang digelar secara virtual dan bertajuk; “Jaga Keluarga,  Tidak Mudik”  pada Rabu (5/5/2021).

Kepala BNPB sekaligus Ketua Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo. Sumber: BSTV
Kepala BNPB sekaligus Ketua Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo. Sumber: BSTV

Doni menyebutkan, masyarakat harus mengetahui, Covid-19 ini tidak ditulari oleh hewan tetapi oleh manusia.  Dalam hal ini, membatasi jarak sosial  merupakan langkah yang paling efektif untuk terhindar dari Covid-19. 

“Ini yang masih belum optimal, ini bukan hanya di Indonesia, tetapi di negara negara maju pun masih banyak yang tidak percaya Covid-19,” ucapnya.

Menurut Doni, masih banyak masyarakat tidak percaya adanya penyakit Covid-19 ini karena  masalah pengetahuan  dan keyakinan masyarakat, sehingga meski sering disampaikan tentang bahaya Covid-19 tetap tidak percaya. Masyarakat lebih percaya Covid-19 adalah konspirasi  dan rekayasa  yang tidak membahayakan. Padahal, faktanya, Covid-19 bisa menyerang siapa saja tanpa  pandang bulu.

Sejumlah pengunjung memenuhi koridor-koridor tempat berbelanja di Blok A dan Blok B Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Sejumlah pengunjung memenuhi koridor-koridor tempat berbelanja di Blok A dan Blok B Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Lanjut Doni, hanya saja yang  diketahui selama ini, yang diserang kelompok  muda usia dibawah 46 tahun mereka menjadi orang tanpa gejala (OTG), tetapi mereka bisa menulari  yang lain. 

Dalam hal ini,  apabila yang lain ini adalah  kelompok rentan  yang usia di atas 47 tahun  ada komorbid, maka risiko sangat tinggi bisa sangat  fatal. Apalagi yang sudah diatas 60  tahun  dan punya komorbid.

Adapun persentase  kematian, mereka yang  terpapar Covid-19 dan lantas meninggal dunia, itu 85% itu adalah  usia 47 tahun.  

Oleh karena itu, Doni menegaskan, harus ada upaya bersama dari seluruh pihak  untuk mengingatkan seluruh orang  agar betul-betul disiplin. Pasalnya,  disiplin untuk diri sendiri saja tidak cukup, tetapi disiplin harus komunal dan kolektif.

“Saya adalah orang yang sangat disiplin, saya berani mengklaim diri saya disiplin  karena  nyaris saya tidak  pernah melepas masker  di tempat publik  dan di kantor pun saya selalu menggunakan masker, bahkan saya pun dalam berbagai kesempatan  tidurpun pakai masker.  Tetapi ternyata juga bisa kena Covid-19. Saya terpapar ketika saya mengendalikan gempa bumi di Sulawesi Barat,” ucapnya.

Oleh karena itu, Doni menegaskan, tidak ada jaminan orang yang sangat disiplin  bisa ditulari oleh orang- orang disekitarnya tanpa gejala baik melalui kontak secara langsung dengan jarak dekat atau lewat benda lainnya  dari gelas, piring, garpu, dan senduk. 

Pasalnya, barang-barang tersebut tersentuh  oleh mereka yang positif Covid-19 atau saat berpergian menggunakan transportasi umum di bus atau terminal.  Semua orang berpotensi  terpapar Covid-19 lewat  droplet.

“Jadi  kita terpapar Covid-19 itu banyak sumbernya tidak hanya dari pertemuan fisik,” ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN