Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Webinar Penanganan Coivid-19 di DKI Jakarta dengan tema Penanganan Kesehan dan Pemulihan Sosial dan Ekonomi, Kamis (26/11/2020). Foto: DPMPTSP DKI Jakarta

Webinar Penanganan Coivid-19 di DKI Jakarta dengan tema Penanganan Kesehan dan Pemulihan Sosial dan Ekonomi, Kamis (26/11/2020). Foto: DPMPTSP DKI Jakarta

DPMPTSP DKI Ajak Masyarakat Kolaborasi Ciptakan Solusi Investasi saat Pandemi

Jumat, 27 November 2020 | 23:43 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Penanganan Pandemi Covid-19 memberikan efek domino yang bukan hanya berpengaruh pada aspek kesehatan, melainkan juga terhadap berbagai aspek di antaranya aspek sosial dan ekonomi.

Sebagai kontributor terbesar dalam perekonomian nasional, DKI Jakarta perlu mempersiapkan diri agar dapat economy rebound paling cepat.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, khususnya Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (JIC) mengajak masyarakat untuk berkolaborasi menciptakan solusi investasi saat pandemi.

Hal itu mengemuka dalam Webinar Penanganan Coivid-19 di DKI Jakarta dengan tema Penanganan Kesehan dan Pemulihan Sosial dan Ekonomi yang disiarkan langsung melalui Zoom Meetings dan Channel Youtube Layanan Jakarta ( https://youtu.be/IFi2pH5o1CQ )

Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra. Sumber: BSTV
Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra. Sumber: BSTV

“Dalam menghadapi Pandemi Covid-19, pelaku usaha dan juga masyarakat harus memiliki pengetahuan yang lengkap baik mengenai virusnya sendiri dan juga bagaimana menangani berbagai permasalahan yang ditumbulkan akibat Pandemi Covid-19 agar dapat mencari solusi terbaik. Oleh karenanya, Kolaborasi menjadi Kunci, sesuai penerapan City 4.0, dimana Pemprov DKI Jakarta sebagai kolaborator dan masyarakat sebagai ko-kreator atau bagian dari pencipta solusi atas permasalahan kota” ujar Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra, dalam keterangan yang diterima Jumat (27/11/2020)

Benni menyampaikan bahwa krisis yang dihadapi saat Pandemi ini agar tidak dipandang sebagai penghambat perubahan melainkan sebagai langkah awal transformasi dimana Jakarta akan meningkatkan pelayanan publik, melakukan redefinisi perencanaan kota dan membangun kota yang lebih atraktif sebagai kota percontohan.

Ia menilai berbagai transformasi tersebut tentunya akan memberikan dampak positif terhadap Iklim Investasi di DKI Jakarta pada waktu mendatang.

“Seperti yang Bapak Gubernur sampaikan dalam paparan beliau, krisis adalah perubahan yang dipercepat. Itulah mengapa kita harus responsif dan inovatif dalam menghadapi masa pandemi Covid-19. Adapun yang dapat kami lakukan saat ini adalah dengan meningkatkan pelayanan publik dalam bidang penanaman modal dan pelayanan perizinan/non perizinan. Salah satunya melalui simplifikasi perizinan, relaksasi perizinan, dan terus memberikan kemudahan pengajuan perizinan secara daring melalui aplikasi JakEVO ataupun website jakevo.jakarta.go.id,” ujar Benni.

Ia menambahkan kegiatan Webinar Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta yang telah diselenggarakan Unit Pengelola JIC juga merupakan bukti nyata atas inovasi yang dilakukan dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Ini bertujuan untuk memfasilitasi para pengusaha dan masyarakat agar dapat melakukan tindakan yang tepat dalam beradaptasi terhadap situasi Pandemi Covid-19. Dengan demikian dapat tercipta iklim investasi yang kondusif, dimana kegiatan usaha yang dilakukan dapat tetap operasional dengan bersama menerapkan protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 dan Realisasi Investasi tetap tercapai meskipun di tengah Pandemi Covid-19

“DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta melalui Jakarta Investment Centre (JIC) akan memfasilitasi dan memberikan pendampingan kepada investor yang akan menanamkan modalnya di Jakarta, mulai dari tahap awal pengajuan perizinan sampai dengan operasional kegiatan atau realisasi investasi,” imbuh Benni.

Diikuti Ribuan Orang

Webinar Penanganan Coivid-19 di DKI Jakarta dengan tema Penanganan Kesehan dan Pemulihan Sosial dan Ekonomi, Kamis (26/11/2020). Foto: DPMPTSP DKI Jakarta
Webinar Penanganan Coivid-19 di DKI Jakarta dengan tema Penanganan Kesehan dan Pemulihan Sosial dan Ekonomi, Kamis (26/11/2020). Foto: DPMPTSP DKI Jakarta

Webinar Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta itu menyajikan berbagai topik menarik terkait penanganan Covid-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta dari berbagai aspek mulai dari Peran Riset, teknologi dan inovasi; menjaga pemulihan ekonomi; adaptasi pelaku usaha; sampai dengan Implementasi Strategi Pemprov. DKI Jakarta.

“Terima kasih dan apresiasi diberikan kepada seluruh narasumber dan tamu undangan yang turut berkontribusi dalam webinar yang dihadiri ratusan peserta pada aplikasi zoom meetings dan mencapai lebih dari 6,8 ribu tayangan saat siaran langsung di Channel Youtube Layanan Jakarta,” ujar Benni.

Prinsip transparansi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Webinar Penanganan Coivid-19 di DKI Jakarta dengan tema Penanganan Kesehan dan Pemulihan Sosial dan Ekonomi, Kamis (26/11/2020). Foto: DPMPTSP DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Webinar Penanganan Coivid-19 di DKI Jakarta dengan tema Penanganan Kesehan dan Pemulihan Sosial dan Ekonomi, Kamis (26/11/2020). Foto: DPMPTSP DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dalam pemaparannya  menyampaikan Pemprov DKI Jakarta senantiasa mengedepankan prinsip transparansi, faktual serta pengambilan kebijakan berbasis data.

Pemprov DKI Jakarta terus melakukan berbagai langkah strategis dalam menghadapi situasi krisis yang diakibatkan oleh Covid-19 salah satunya melalui peningkatan pelayanan publik dan memulihkan perekonomian kota melalui pendekatan kolaborasi.

“Sejak awal pandemi, Pemprov. DKI Jakarta berkomitmen untuk memberikan informasi menyeluruh seputar penanganan Covid-19 guna membangun kepercayaan masyarakat. Selain program kesehatan dan kesejahteraan, Pemerintah juga melakukan pendekatan kepada masyarakat salah satunya dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjalankan program pembangunan kota, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.” ujar Gubernur Anies.

Gubernur Anies menambahkan salah satu yang tidak kalah penting adalah terkait simplifikasi dan digitalisasi perizinan pembangunan sebagai bentuk peningkatan pelayanan publik. Dimana Pemprov. DKI Jakarta akan melakukan transformasi durasi pemrosesan izin pembangunan proyek- proyek besar yang bergerak dari 360 hari menjadi 57 hari.

“Dalam simplifikasi ini kita tidak mengurangi hal- hal substantif dan tidak mengabaikan lingkungan. Namun kita berpikir lebih kritis untuk menghilangkan fase- fase yang tidak kontributif agar pengerjaan proses izin berjalan efisien dan efektif,” ungkap Gubernur Anies.

Dari segi ekonomi masyarakat, Gubernur Anies menyoroti perihal usaha mikro dan kecil yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19. Dalam paparannya, Gubernur Anies mengungkapkan telah melakukan sejumlah strategi pemulihan ekonomi melalui kolaborasi skala besar yang melibatkan seluruh SKPD dan para pemangku kepentingan.

Webinar Penanganan Coivid-19 di DKI Jakarta dengan tema Penanganan Kesehan dan Pemulihan Sosial dan Ekonomi, Kamis (26/11/2020). Foto: DPMPTSP DKI Jakarta
Webinar Penanganan Coivid-19 di DKI Jakarta dengan tema Penanganan Kesehan dan Pemulihan Sosial dan Ekonomi, Kamis (26/11/2020). Foto: DPMPTSP DKI Jakarta

Salah satunya adalah DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta melalui program relaksasi perizinan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) yang berjalan sejak bulan Agustus 2020 lalu. Gubernur Anies menyebutkan selama 4 bulan dilakukan relaksasi perizinan, jumlah IUMK yang telah diterbitkan lebih dari 105 ribu IUMK. Melalui program relaksasi perizinan, geliat usaha Mikro dan Kecil di Jakarta mulai terlihat dan membawa dampak positif bagi perekonomian masayarakat.

“relaksasi perizinan IUMK dilakukan dengan cara ‘jemput bola’ mendatangi langsung pelaku usaha, dan melakukan asistensi/pendampingan langsung kepada pelaku usaha mulai dari pengajuan perizinan sampai dengan penerbitan izin. Tujuannya agar mereka bisa mendapatkan akses perbankan dan keluasan untuk menjalin mitra karena telah memiliki izin dari pemerintah. Selain itu, pemerintah juga melakukan pemberdayaan UMKM untuk memproduksi sebanyak 22,5 juta masker yang kita bagikan gratis bagi warga Jakarta, tak kurang dari 600 UMKM terlibat dalam proses produksi ini,” papar Gubernur Anies.

Apresiasi Kadin 

Shinta Kamdani dalam Webinar Penanganan Coivid-19 di DKI Jakarta dengan tema Penanganan Kesehan dan Pemulihan Sosial dan Ekonomi, Kamis (26/11/2020). Foto: DPMPTSP DKI Jakarta
Shinta Kamdani dalam Webinar Penanganan Coivid-19 di DKI Jakarta dengan tema Penanganan Kesehan dan Pemulihan Sosial dan Ekonomi, Kamis (26/11/2020). Foto: DPMPTSP DKI Jakarta

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani menyambut positif upaya yang dilakukan Pemprov. DKI Jakarta melalui DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta dalam relaksasi perizinan yang memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha sehingga geliat usaha tumbuh kembali, khususnya UMKM.  

“Kemudahan perizinan sangat penting, para pelaku usaha terbantu dengan kemudahan perizinan yang ada di Jakarta” ujar Shinta dalam sesi Tanya Jawab Webinar Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta.

Shinta menambahkan kemudahan perizinan juga harus diikuti dengan Reformasi Birokrasi, pihaknya mengapresiasi upaya Pemprov. DKI Jakarta yang sudah menyederhanakan dan mensimplifikasi perizinan, namun apa yang terjadi di lapangan adalah hal utama. Oleh karenanya pihaknya akan selalu memberikan masukan bahwa apakah relaksasi perizinan tersebut dapat dirasakan nyata oleh para pelaku usaha.

“yang kami khawatirkan sering terjadinya inkonsistensi di lapangan. Oleh karenanya, Kami gembira sekali, mendengar Paparan yang disampaikan Pak Gubernur bahwa penyederhanaan perizinan yang dilakukan Pemprov. DKI Jakarta juga diberikan kepastian waktu (timeline) berapa lama perizinan itu dapat diproses dan juga perizinan dapat dilakukan secara daring (online)” ujar Shinta.

Masyita Crystallin dalam Webinar Penanganan Coivid-19 di DKI Jakarta dengan tema Penanganan Kesehan dan Pemulihan Sosial dan Ekonomi, Kamis (26/11/2020). Foto: DPMPTSP DKI Jakarta
Masyita Crystallin dalam Webinar Penanganan Coivid-19 di DKI Jakarta dengan tema Penanganan Kesehan dan Pemulihan Sosial dan Ekonomi, Kamis (26/11/2020). Foto: DPMPTSP DKI Jakarta

Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi, Masyita Crystallin  menyampaikan bahwa UMKM yang mampu melakukan adaptasi teknologi lebih cepat selama masa Pandemi Covid-19, akan lebih mampu bertahan.

“Selain itu apa yang sudah disampaikan oleh Pak Gubernur, lalu diapresiasi oleh Ibu Shinta tentu akan sangat membantu para pelaku UMKM untuk bertahan” ujar Masyita

Masyita memprediksi Perekonomian Nasional akan terus membaik di kuartal 4 dibanding dengan kuartal 3, sehingga tahun ini kontraksi tidak terlalu besar atau tidak lebih dari 2% namun kondisi tersebut sangat bergantung pada perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.

“Tentu kita berharap dengan kedisiplinan kita bersama dan usaha kita bersama, Pandemi ini dapat kita atasi dan kondisi ekonomi yang sudah membaik di kuartal 3 dapat terus membaik di kuartal 4 dan juga pada tahun 2021 sudah kembali di Zona Positif,” pungkas Masyita.

Prof Amin dalam Webinar Penanganan Coivid-19 di DKI Jakarta dengan tema Penanganan Kesehan dan Pemulihan Sosial dan Ekonomi, Kamis (26/11/2020). Foto: DPMPTSP DKI Jakarta
Prof Amin dalam Webinar Penanganan Coivid-19 di DKI Jakarta dengan tema Penanganan Kesehan dan Pemulihan Sosial dan Ekonomi, Kamis (26/11/2020). Foto: DPMPTSP DKI Jakarta

Sementara itu Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survey disebutkan masih adanya masyarakat yang menganggap atau percaya Covid-19, tidak ada. Menurutnya, selama masyarakat masih ada yang menganggap Covid-19, tidak ada, maka akan sangat sulit diajak untuk bersama-sama mencegah penularan.

“Intinya adalah kita harus bisa segera memutuskan rantai penularan, bukan memusnahkan Virusnya karena Virus itu mungkin akan tetap berada di alam akan tetapi selama kita bisa memutuskan rantai penularan, inshaallah kita bisa mengatasi pandemi ini,” ujar Prof. Amin.

Ia menambahkan upaya yang dilakukan untuk mendeteksi dan mencegah Covid-19 dapat dilakukan melalui tiga komponen utama. Pertama, Masyarakat melaksanakan 3M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak; Kedua, Pemerintah melaksanakan 3T yaitu Testing (pemeriksaan), Tracing (pelacakan) dan Treatment (pengobatan) dan; Ketiga, Vaksinasi.

“3M, 3T dan Vaksinasi, namun bukan berarti bahwa dengan adanya vaksinasi lantas otomatis membuat Pandeminya hilang. Obat yang paling penting adalah apapun kegiatan yang dilakukan, protokol kesehatan harus terus dipatuhi,” ujar Prof. Amin.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN