Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Puan Maharani teriam anugerah Dr Hc dari Undip di Semarang, Jumat (14/2/2020). Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

Puan Maharani teriam anugerah Dr Hc dari Undip di Semarang, Jumat (14/2/2020). Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

Dr HC Puan Maharani: Revolusi Mental Penting di Era Masyarakat 5.0

Primus Dorimulu, Jumat, 14 Februari 2020 | 17:34 WIB

SEMARANG, investor.id -- Negara perlu menjamin terwujudnya manusia Indonesia berbudaya Indonesia, bukan berbudaya bangsa lain. Apalagi Indonesia sudah masuk di era masyarakat 5.0 yang ditandai oleh kemajuan teknologi digital yang mengaburkan batas negara. Oleh karena itu, revolusi mental menjadi landasan penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

 


"Setelah revolusi 4.0, Indonesia kini masuk era revolusi 5.0, " kata Puan Maharani Nakshatra Kusjala Devi dalam pidato penganugerahan gelar kehormatan berjudul "Kebudayaan Sebagai Landasan Utama Membangun Manusia Indonesia Berpancasila Menuju Era Masyarakat 5.0" di hadapan senat guru besar Universitas Diponegoro, Jumat (14/2/2020).

Hadir pada acara ini Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, mantan Wapres Muhammad Jusuf Kalla, para menteri, Kepala BIN Budi Gunawan, politisi, dan kalangan pengusaha. Para menteri yang hadir, antara lain, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkeu Sri Mulyani, Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, dan Menhub Budi Karya.

Puan Maharani teriam anugerah Dr Hc dari Undip di Semarang, Jumat (14/2/2020). Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU
Puan Maharani teriam anugerah Dr Hc dari Undip di Semarang, Jumat (14/2/2020). Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU


Masyarakat 5.0, kata Puan, merupakan pengembangan konsep revolusi 4.0. Pada World Economic Forum (WEF) di Davos, 21-24 Januari 2020, para pembicara menegaskan pentingnya revolusi 5.0 untuk mencegah dampak buruk revolusi 4.0. Revolusi 4.0 telah mengubah cara hidup manusia dengan mengaburkan batas ruang antara dunia maya (cyberspace) dan dunia fisik (physicalspae). Revolusi 4.0 membawa manfaat sekaligus mendisrupsi berbagai kemapanan, termasuk kebudayaan.

Masyarakat 5.0 memberikan ruang bagi terintegrasinya secara erat dunia fisik dan dunia maya, mengurangi dampak negatif kehadiran revolusi 4.0, dan mengembalikan manusia sebagai mahluk sosial yang hidup bermasyarakat.

Fokus revolusi 5.0, kata Puan, adalah manusia dan proses menciptakan kondisi masyarakat yang bahagia, penuh dengan motivasi, memiliki kepuasan terhadap hasil kerja, sehingga berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan. "Dalam mewujudkan masyarakat 5.0, kita sudah kita sebagai bangsa sudah memiliki landasan ideologis Pancasila," ungkap Puan yang adalah putri presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri.

Puan Maharani teriam anugerah Dr Hc dari Undip di Semarang, Jumat (14/2/2020). Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU
Puan Maharani teriam anugerah Dr Hc dari Undip di Semarang, Jumat (14/2/2020). Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU


Agar nilai-nilai Pancasila menjadi landasan berpikir dan bersikap sekaligus menjadi budaya bagi segenap bangsa diperlukan revolusi mental. "Revolusi mental sudah di-endorse lewat program-program aksi bidang sejarah dan kebudayaan saat saya menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan," tukas Puan.

Revolusi mental merupakan bagian dari proses pembentukan karakter bangsa guna mewujudkan cita-cita kemerdekaan, yaitu merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila. "Dalam konteks ini, perlu pembangunan sumber daya manusia secara komprehensif di berbagai lini," ungkap perempuan pertama Indonesia yang menjadi ketua DPR RI.

Reorientasi

Puan Maharani. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU
Puan Maharani. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU


Puan menekankan pentingnya langkah konkret merumuskan kebijakan untuk membebaskan generasi muda yang terancam disorientasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pentingnya kebijakan yang membantu generasi muda beralih dari masyarakat 4.0 ke masyarakat 5.0.

Puan mengajukan tiga saran. Pertama, reorientasi cara pandang dalam melihat dan memfungsikan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kebudayaan Indonesia harus dipandang, ditempatkan, dan difungsikan sebagai arus utama yang menjadi landasan untuk memanusiakan manusia.

Kedua, memberdayakan negara untuk menjamin terlaksananya pembangunan manusia Indonesia yang berkebudayaan Indonesia. "Bukan manusia Indonesia yang kebudayaan lain," tegas Puan.

Seperti ditulis Bung Karno, kata Puan, aspek keindonesiaan dari Indonesian nation state, merupakan hasil rekayasa dalam proses sejarah bangsa. Karena itu, untuk mewujudkan kebudayaan Indonesia dibutuhkan rekayasa. "Kita tidak bisa membiarkan kebudayaan berkembang secara alamiah. Jika itu terjadi, kebudayaan transnasional akan menjadi tuan di negeri kita," ungkap Puan.

Ketiga, pentingnya mengimplementasi kebijakan negara pada ranah praktis yang mampu menyentuh sendi-sendi paling dasar dalam kehidupan masyarakat. Kebudayaan harus menjadi kekuatan arus utama dalam pembangunan.

Menjaga Kredibilitas

Puan Maharani teriam anugerah Dr Hc dari Undip di Semarang, Jumat (14/2/2020). Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU
Puan Maharani teriam anugerah Dr Hc dari Undip di Semarang, Jumat (14/2/2020). Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU


Ketua Senat Guru Besar Undip Prof Dr Ir Sunarso MS mengakui, Puan adalah tokoh kebudayaan dan juga tokoh politik. Putri mantan Ketua MPR RI Taufik Kiemas itu juga ketua DPR RI pertama wanita di Indonesia.

Puan adalah doktor HC ke-13 sejak Undip berdiri.
"Almamater adalah ibu yang menyusui. Kampus adalah Ibu yang menyusui kita semua dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya," kata ketua Senat Guru Besar Undip.

Sedang promotor Prof Dr Yety Rochwulaningsih MSi mengatakan, Puan sangat tepat menerima doktor kehormatan karena ia adalah tokoh nasional yang memperjuangkan kebudayaan nasional. Berbagai tulisan promovenda juga mencerminkan kepeduliannya terhadap kebudayaan dan kualitas manusia Indonesia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN