Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chatib Basri. Foto: twitter

Chatib Basri. Foto: twitter

Ekonomi Baru Pulih 1 Tahun Setelah Vaksin Didistribusikan

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 09:31 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Ekonom senior dari CReco Research Institute, Chatib Basri, mengatakan pulihnya perekonomian Indonesia membutuhkan waktu minimal satu tahun sejak didistribusikannya Vaksin Covid-19 kepada masyarakat.

Jika asumsi jumlah penduduk sebanyak 268 juta jiwa, maka setiap harinya pemerintah harus memberikan sekitar 730 ribu vaksin. Tingkat keberhasilan distribusi vaksin ini pun ditentukan oleh beberapa faktor, seperti kemampuan logistik dan kapasitas penyimpanan vaksin.

“Selama vaksin belum terdistri busi secara penuh, masyarakat masih harus menerapkan protokol kesehatan agar perekonomian Indonesia kembali pulih,” ungkap dia dalam keterangan pers yang diterima Investor Daily, belum lama ini.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Sementara itu, Inarno Djajadi selaku Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kesempatan yang sama mengungkapkan kenaikan jumlah investor merupakan pencapaian yang cukup baik meski kita dihadapkan pada situasi pandemi.

Bahkan angkanya cenderung mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Data menunjukkan investor harian meningkat 35% dibanding tahun lalu dan

investor aktif naik dua kali lipat hingga mencapai 100.000 investor per hari.

Di masa pandemi ini, lanjut dia, Bursa Efek Indonesia juga memanfaatkan teknologi informasi dengan meluncurkan layanan elektronik IPO untuk meningkatkan efisiensi   proses IPO dan melindungi keselamatan investor.

“Penggalangan dana melalui IPO tetap bisa dilaksanakan dan kami optimis jumlah investor pasar modal akan terus meningkat,” papar Inarno.

Rudy Utomo selaku Direktur Aldiracita mengatakan bahwa Pandemi Covid-19 ini menjadi peluang yang baik untuk berinvestasi dengan memperhatikan tiga hal, yaitu sektor yang tidak terkena dampak Covid-19 atau setidaknya memiliki risiko yang kecil.

Aldira melihat sejumlah sektor saham masih menjanjikan untuk menjadi lahan investasi di tahun 2020. Untuk itu, pihaknya merekomendasikan saham-saham di sektor farmasi akan meningkat seiring dengan pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan akan meningkatkan permintaan produk farmasi.

Masyarakat kini sadar akan pentingnya kesehatan dan vaksin Covid-19 akan memasuki tahap pendistribusian.

“Tak ketinggalan, saham sektor teknologi dan e-commerce diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan seiring disrupsi dan perubahan gaya hidup baru sejak pandemi dan di tahun mendatang,” tegas Rudy.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN