Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi sidang. Foto: IST

Ilustrasi sidang. Foto: IST

Eks Bupati Kepulauan Talaud Divonis 4 Tahun

Kamis, 27 Januari 2022 | 12:47 WIB
Fana Suparman

JAKARTA, investor.id  - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Manado menjatuhkan hukuman 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap mantan Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip. Majelis hakim menyatakan Sri Wahyumi Maria Manalip terbukti menerima gratifikasi terkait proyek infrastruktur tahun 2014-2017.

Putusan tersebut dibacakan majelis hakim Pengadilan Tipikor Manado pada Selasa (25/1/2022).

"Dijatuhkan pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (27/1/2022).

PLT Jubir KPK Ali Fikri. Sumber: BSTV
PLT Jubir KPK Ali Fikri. Sumber: BSTV

Selain pidana pokok, Sri Wahyumi juga dijatuhi pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti Rp 9,3 miliar. Jika tidak dibayar, maka akan diganti dengan pidana penjara selama dua tahun.

Sri dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan melanggar Pasal 12B (1) Jo Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

"Atas putusan ini, tim jaksa dan terdakwa menyatakan pikir-pikir," ucap Ali.

Pada periode 2014 sampai dengan 2017, Sri menerima gratifikasi sekitar Rp 9,3 miliar dari berbagai pekerjaan atau proyek yang dilelang kepada beberapa pengusaha.  Ia menerima uang melalui empat ketua kelompok kerja (pokja) pengadaan barang dan jasa. Yakni John R Majampo, Azaria Mahatui, Frans W Lua, dan Jelby Eris.

Diketahui, KPK menetapkan mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2014 sampai dengan 2017 pada 29 April 2021 lalu. 
Saat itu, Sri Wahyumi baru saja bebas dari penjara setelah menjalani masa hukuman di Lapas Wanita Klas II-A Tangerang terkait perkara suap proyek revitalisasi Pasar Beo dan revitalisasi Pasar Lirung di Kabupaten Talaud tahun anggaran 2019.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN