Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sidang Dugaan Rekayasa Laporan Keuangan oleh mantan Direktur Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (AISA), di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (13/1/2021).

Sidang Dugaan Rekayasa Laporan Keuangan oleh mantan Direktur Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (AISA), di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (13/1/2021).

Eks Dirut AISA Disebut Rekayasa Laporan Keuangan sejak Lama

Kamis, 14 Januari 2021 | 18:32 WIB
Fajar Widhiyanto

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan bahwa mantan direksi PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (AISA) Joko Mogoginta dan Budhi Istanto telah melakukan pelangaran dengan mencatatkan enam perusahaan afiliasi menjadi pihak ketiga.

Hal itu diungkapkan saksi fakta Grace dari Direktorat Penilaian Sektor Riil OJK dalam persidangan gugatan investor AISA yang tergabung dalam Forum Investor Ritel AISA (Forsa) terhadap mantan Direktur Utama AISA Joko Mogoginta dan Direktur AISA, Budhi Istanto.

“Waktu pemeriksaan laporan keuangan tahun 2017 menemukan terkait usaha yang dicatatkan sebagai pihak ketiga yang seharusnya adalah pihak berelasi. Pada saat itu pak Joko kami undang untuk menjelaskan dan ternyata pak Joko ultimate shareholder di enam perusahaan tersebut,” demikian disampaikan Grace kepada majelis hakim saat persidangan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (13/1/2021).

Lebih lanjut Grace menyatakan, OJK pernah meminta konfirmasi dari Direksi AISA terkait pencatatan transaksi terhadap 6 perusahaan terafiliasi tersebut. Dalam surat konfirmasi yang ditandatangani oleh Joko Mogoginta kepada OJK disampaikan, benar bahwa perusahaan tersebut adalah perusahaan afiliasi namun pencatatannya sudah benar sebagai pihak ketiga.

“Direksi menyampaikan bahwa perusahaan itu terafiliasi namun pak Joko bilang untuk pencatatan sudah tepat dicatatkan sebagai pihak ketiga,” ujar Grace.

Selain OJK, tiga orang dari divisi keuangan AISA juga dihadirkan menjadi saksi, yakni mantan Koordinator Finance AISA, Sjambiri Lioe, Manager AISA Wibowo, dan Corporate Accounting AISA Lo Junida.

Sjambiri mengatakan, perintah untuk menaikkan angka piutang enam perusahaan berasal dari Joko. “Pak Joko yang perintah untuk menaikkan nilai piutang,” ujar Sjambiri.

Setelah mendapat permintaan dari Joko, Sjambiri memerintahkan kepada para bawahannya untuk melakukan pencatatan piutang seperti yang diminta Joko Mogoginta.

Rekayasa laporan keuangan atau mark up di dalam tubuh manajemen AISA di bawah pimpinan Joko Mogoginta disebut-sebut sudah terjadi sejak lama. Lo Junida mengatakan, jika ada angka yang tidak cocok, maka ia diperintahkan untuk mengubahnya. “Sejak 2012, kalau ada yang tidak cocok minta diubah,” katanya.

Terhadap kesaksian Junida, Joko Mogoginta dan Budhi Istanto sama sekali tidak membantah ketika dimintai tanggapan oleh Hakim pada akhir pemeriksaan saksi.

Seperti diberitakan, dampak dari aksi mempercantik laporan keuangan membuat fundamental keuangan AISA kala itu menjadi tampak baik. Hal ini mendorong para investor di pasar modal membeli saham AISA.

Dalam persidangan sebelumnya, Direktur Pemeriksaan Pasar Modal OJK, Edi Broto Suwarno mengatakan, indikasi pelanggaran dalam laporan keuangan yang disajikan AISA itu ditemukan setelah analisa yang dilakukan OJK.

“Kami menelusuri, cari data dan undang para pihak untuk menjelaskan. Kami juga cek ke Kemenkum Ham. Dan ternyata hasilnya ada kesamaan kepemilikan, perusahan-perusahaan itu dimiliki oleh pak Joko dan pak Budhi,” katanya.

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Pasar Modal tahun 1995, lanjut Edi, dinyatakan, setiap pihak yang sengaja menghilangkan, memalsukan atau menyembunyikan informasi sehingga berpotensi merugikan perusahaan, sama halnya telah melakukan pelanggaran pidana.

Joko Mogoginta dalam persidangan mengatakan, ia tidak merugikan investor pasar modal seperti yang didakwakan. Menurutnya, ia selama ini kooperatif ketika dipanggil dan diperiksa oleh OJK. “Saya kooperatif, kenapa tidak diberikan sanksi, tapi langsung dipidanakan,” katanya.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN