Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Elektabilitas Prabowo Lewati Titik Temu Jokowi

Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah, Senin, 16 Juni 2014 | 19:11 WIB

JAKARTA - Elektabilitas Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dinilai semakin sulit terbendung. Pasangan tersebut telah melewati titik persimpangan dan melampaui elektabilitas Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Tren Prabowo memang kuat dan terus menguat, itu susah berubah lagi dalam jangka pendek," kata Peneliti Pusat Data Bersatu (PDB) Didik J Rachbini, Jakarta, Senin (16/6).

Pernyataan tersebut menanggapi hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis). Elektabilitas Prabowo-Hatta mencapai 44,64 persen, sedang Jokowi-JK sebesar 42,79 persen. Selain itu swing voter sebesar 12,57 persen.

Menurutnya, elektabilitas Jokowi telah mencapai puncaknya dan kemudian masuk dalam tren turun sejak bulan Oktober 2013.

"Mula-mula selisih mereka nyaris 30 persen, dimana Jokowi lebih tinggi,"lanjut Didik.

Kemudian dikatakan, pada Desember selisih itu mencapai 20 persen, Januari-Februari 15 persen dan Maret 10 persen. Selanjutnya pada Mei 2014 mencapai 5 persen dan saat ini, elektabilitas Prabowo melampaui Jokowi.

Dijelaskan, tren itu tak hanya di Jakarta, namun juga berlangsung di beberapa provinsi lain. "Sebelum Oktober tahun lalu, provinsi seperti Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat dan di Jatim, elektabilitas Prabowo lebih rendah, tapi sekarang Prabowo lebih tinggi," ucapnya.

Survei adalah cerminan dari penilaian masyarakat terhadap Jokowi. "Mana ada program-program Jokowi yang benar-benar berhasil, misalnya kemacetan. Lalu, masalah monorel," katanya.

Namun demikian, dikatakannya, ada juga program berhasil, namun skalanya tidak menunjukkan sebuah perubahan besar.

"Soal penertiban Tanah Abang dan Blok G, kan solusi kecil di antara masalah negara Indonesia yang besar dan tidak bisa jadi tolok ukur keberhasilan. Ini salah satu sebab, tren Jokowi menurun dan Prabowo terus meningkat," kata Didik. (Suara Pembaruan/Y-7/FAB)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA