Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jubir Penanganan Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Jubir Penanganan Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Epidemiolog Minta Pemerintah Cepat Respons Cegah Mutasi Virus B117

Sabtu, 6 Maret 2021 | 16:51 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id   - Epidemiologi Universitas Indonesia  (UI), Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, masuknya virus B117 ke  Indonesia harus direspons cepat oleh pemerintah.  Dalam hal ini, harus melakukan investigasi kasus, walaupun pasien sudah sembuh. 

“Jadi dielaborasikan kapan dia terinfeksi dan pastikan bahwa selama ini terinfeksi tidak menyebar  ke orang lain. Kalau tidak menyebarkan ke orang lain ya sudah aman,” kata Tri kepada Beritasatu.com, Sabtu (6/3/2021).

Ia menyebutkan, perlu cepat ditangani karena  B117  ini daya penularannya sangat cepat, yakni 10 kali lipat dari virus Covid-19 yang ada saat ini.  Dengan penularan sangat cepat ini, lanjut Tri, maka  insiden terinfeksi Covid-19 bisa 10 kali lipat.

“Di daerah penularan  Covid-19 varian baru itu, menurut saya harus diyakini tidak ada penularan,  karena kalau ada maka vaksin efikasinya akan menurun karena insidennya akan meningkat, “ucapnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi  Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes)  Siti Nadia Tarmizi  juga mengatakan, mutasi virus B117 asal  Inggris  tipe virus RNA atau ribonucleic acid  yang secara alami mudah mengalami mutasi dan beberapa penelitian di negara lain menunjukkan varian virus baru ini lebih cepat menular

"Hingga saat ini, kami belum mendapatkan bukti ilmiah bahwa virus mutasi Covid-19 ini lebih tinggi tingkat keganasannya dibanding virus Covid-19 yang awal, namun dari beberapa penelitian di negara lain menunjukkan varian virus baru ini lebih cepat menular," kata Nadia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN