Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) dr. Pandu Riono.

Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) dr. Pandu Riono.

Epidemiolog Yakin Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Pascalebaran

Jumat, 14 Mei 2021 | 19:18 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id  - Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) dr Pandu Riono meyakini akan terjadi lonjakan kasus pascalibur Idulfitri. Meskipun pemerintah sudah melarang mudik, masih terjadi banyak kebocoran karena sebagian masyarakat tetap nekat mudik.

Kementerian Perhubungan, Kamis (13/5/2021), sudah mengumumkan bahwa sejak 22 April sekitar 1,5 juta orang keluar dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menuju ke beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera lewat pintu masuk di Lampung.

“Pastinya ada lonjakan baik di daerah tujuan mudik maupun asal mudik. Jadi karena sudah bisa diperkirakan, Indonesia setiap ada mobilitas penduduk apalagi masif, ini sampai jutaan, sehingga mau tidak mau risiko penularan meningkat,” kata Pandu saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (14/5/2021).

Pandu mengatakan tidak bisa memprediksi persentase kenaikan kasus karena situasi saat ini semakin kompleks. Dia menyebut mutasi baru semakin banyak, sehingga harus dihitung lebih terperinci kecepatan penularannya. Ditambah, angka mobilitas penduduk tidak selalu sama.

“Sebelumnya, biasanya 2 minggu terjadi lonjakan, mungkin sekarang bisa lebih cepat karena ada mutasi baru. Jadi jangan terlalu kaget kalau tiba-tiba sudah mulai dilaporkan peningkatan,” kata Pandu yang mendapatkan gelar PhD dari University of California, Los Angeles, Amerika Serikat.

Pandu mengingatkan mutasi varian baru Covid-19 semakin mencemaskan karena memiliki kemampuan penularan secara mudah dan cepat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga baru saja mengumumkan bahwa varian dari India B1617 sudah naik kelas dari variant of interest menjadi variant of concern, sehingga menambah jumlah variant of concern yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu varian B117 dari Inggris, varian Afrika Selatan B1351, varian Brasil B11281 atau P1.

“WHO sudah menyatakan varian yang ditemukan di India B1617 sudah menjadi variant of concern secara global,” kata Pandu.

Pandu menilai pemerintah selalu terlambat dalam melakukan pengetatan mobilitas termasuk untuk mencegah warga mudik. Saat pemerintah baru ingin melakukan larangan mudik, mobilitas penduduk langsung terjadi karena warga sudah curi start pulang kampung duluan. Peningkatan arus balik ke tanah air juga terjadi di seluruh pintu masuk tanah air dari kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI).

Kedatangan PMI juga semakin meningkatkan potensi varian baru Covid-19 khususnya varian dari India yang sudah menyebar secara global termasuk di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, termasuk Timur Tengah.

“Jangan lihat 2 minggu sebelumnya saja karena banyak pekerja migran Indonesia yang pulang lewat Batam, Kepulauan Riau, Medan, dan lain-lain,” kata Pandu.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN