Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kesiapan berbagai fasilitas kesehatan tersebut ditinjau langsung Menteri BUMN Erick Thohir pada Senin (6/3).

Kesiapan berbagai fasilitas kesehatan tersebut ditinjau langsung Menteri BUMN Erick Thohir pada Senin (6/3).

Erick Cek Persiapan RS Pertamina Jaya dan Lab untuk Covid-19

Senin, 6 April 2020 | 19:52 WIB

JAKARTA, investor.id - Untuk membantu menangani pasien Covid-19, Kementerian BUMN dan Pertamina menyiapkan Rumah Sakit Pertamina Jakarta (RSPJ) sebagai Rumah sakit khusus rujukan pasien Covid-19 dan fasilitas Lab serta Hotel Patra Jasa untuk tempat tinggal tenaga medis.

Kesiapan berbagai fasilitas kesehatan tersebut ditinjau langsung Menteri BUMN Erick Thohir pada Senin (6/3). Menteri BUMN mengecek langsung seluruh fasilitas kesehatan termasuk tenaga medis untuk memastikan kesiapan merawat pasien Covid-19.

Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau kesiapan RSPJ sebagai RS khusus rujukan covid-19 pada Senin (6/3). SP/Joanito De Saojoao
Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau kesiapan RSPJ sebagai RS khusus rujukan covid-19 pada Senin (6/3). SP/Joanito De Saojoao

Direktur SDM Pertamina Kushartanto menyatakan penyiapan Rumah Sakit Darurat dan Rumah Sakit Rujukan merupakan bagian dari peran Pertamina sebagai BUMN dalam membantu menangani pasien Covid-19 yang terus bertambah.

“Pertamina menyediakan dua asset Pertamina yakni RS Pertamina Jaya (RSPJ) dan Hotel Patra Comfort, yang letaknya persis bersebelahan di daerah Jakarta Pusat untuk dialihfungsikan menjadi RS Khusus untuk penanganan pasien Covid-19,” ujar Kushartanto.

Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau kesiapan RSPJ sebagai RS khusus rujukan covid-19 pada Senin (6/3).
Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau kesiapan RSPJ sebagai RS khusus rujukan covid-19 pada Senin (6/3).

“Selama 3 pekan pengerjaan  sarana rumah sakit darurat dan rumah sakit rujukan, sudah mencapai sekitar 90%. SDM juga sudah kita siapkan hampir 800 lebih tenaga medis dan tenaga pendukung yang telah diproses melalui rekrutmen dan juga mendayagunakan SDM yang ada di RSPJ,” imbuh Kushartanto.

Di samping itu, Pertamina juga telah menyiapkan 52 kamar hotel untuk tenaga medis.

RS Pertamina Jaya Siap Tampung Pasien Covid-19. Foto: SP/Joanito De Saojoao
RS Pertamina Jaya Siap Tampung Pasien Covid-19. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Dr Fathema, Direktur Utama IHC, menambahkan, “Sudah disiapkan juga bangunan ruang rawat 90 bed modular di arena hotel Patra Jasa. Rehab dilakukan untuk ruang tempat tidur setingkat intensive Care Unit (ICU) dan Non ICU, laboratorium diagnostic, radiologi serta ruang IGD serta fasilitas pendukung lainnya di RSPJ.  Perbaikan sebanyak 65 ruang di RSPJ meliputi plumbing, gas medis, elektrikal, elektronika dan pengadaan instalasi AHU.“

RS Pertamina Jaya ini juga dilengkapi dengan Command Center dimana 70 Rumah Sakit BUMN di seluruh Indonesia terkoneksi, sehingga masing-masing bisa mengetahui di mana rumah sakit yang kekurangan alat dan juga di mana rumah sakit yang masih tersedia kamar. Dengan adanya command center ini memudahkan untuk antisipasi pasien dan juga memastikan layanan prima untuk pasien.

Menteri BUMN mengecek langsung seluruh fasilitas kesehatan termasuk tenaga medis untuk memastikan kesiapan merawat pasien Covid-19.
Menteri BUMN mengecek langsung seluruh fasilitas kesehatan termasuk tenaga medis untuk memastikan kesiapan merawat pasien Covid-19.

Seluruh ruang kamar di RSPJ akan difungsikan khusus untuk menangani pasien Covid-19. Pertamina menyiapkan sebanyak 65 kamar isolasi dengan Negative Pressure untuk merawat pasien yang positif Covid-19. Fasilitas kesehatan yang disiapkan baik di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Hotel Patra Jasa dan RSPJ mengikuti standar yang ditetapkan WHO.

Khusus untuk laboratorium, sudah siap alat test dari Roche yang mampu melakukan test 1.300 sampel setiap harinya. Alat ini akan menganalisa asam nukleat yang diekstraksi dari air liur atau lendir pasien dan membandingkannya dengan urutan yang ditemukan pada strain virus korona dan dapat memberikan hasil tes dalam waktu 6 jam. Berdasarkan pada teknologi PCR, sistem ini memberikan kinerja yang terbukti dengan otomatisasi penuh, peningkatan efisiensi, waktu penyelesaian yang cepat, dan konektivitas trek lengkap yang divalidasi untuk pengujian molekuler.

Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau kesiapan RSPJ sebagai RS khusus rujukan covid-19 pada Senin (6/3). SP/Joanito De Saojoao
Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau kesiapan RSPJ sebagai RS khusus rujukan covid-19 pada Senin (6/3). SP/Joanito De Saojoao

”Kami di Kementerian BUMN terus berperan aktif membantu menangani pasien Covid-19 serta melakukan upaya-upaya pencegahan penyebarannya. Untuk menangani Covid-19 ini, tes menjadi sangat penting, minggu ini mesin untuk memproses hasil tes Covid-19 di RSPJ dapat segera digunakan. Mesin yang sanggup membaca lebih dari 1.300 tes per hari itu merupakan bentuk sinergi dari sejumlah BUMN,” jelas Erick Thohir

Selain mengoptimalkan 65 Rumah Sakit BUMN di seluruh Indonesia, menyiapkan infrastruktur RS Darurat Khusus Covid-19, BUMN secara bahu membahu sudah melakukan banyak hal, santunan untuk tenaga kesehatan, distribusi alat kesehatan yang dibutuhkan seperti masker, APD, hand sanitizer ditambah lagi bantuan sembako untuk mereka yang terdampak. (gr)

RS Pertamina Jaya Siap Tampung Pasien Covid-19. Foto: SP/Joanito De Saojoao
RS Pertamina Jaya Siap Tampung Pasien Covid-19. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Sumber : PR

BAGIKAN