Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Fesyen Global Tertuju ke Sritex

Oleh Parluhutan Situmorang, Selasa, 21 Januari 2014 | 01:57 WIB

Ketidakstabilan situasi perburuhan tekstil di Kamboja dan Bangladesh bakal mendorong perusahaan fesyen global mengalihkan pesanannya ke Indonesia, sehingga berpotensi menguntungkan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex (SRIL). Peningkatan penjualan juga bakal didukung oleh lonjakan kapasitas produksi.

Sritex merupakan perusahaan tekstil dan garmen yang terintegrasi yang memiliki pabrik di atas lahan seluas 50 hektare di Solo, Jawa Tengah. Perseroan memproduksi benang, kain mentah, dan pakain jadi. Perseroan juga memproduksi pakain untuk beberapa merek terkenal, seperti Uniqlo, H&M, Gymbore, Guess, dan lain-lain.

Analis Maybank Kim Eng Gregory Yap dan John Cheing mengungkapkan, penguatan kinerja keuangan Sritex ke depan akan dipengaruhi beberapa faktor penting, yaitu pemogokan massal buruh pabrik garmen di Kamboja dan Bangladesh terkait tuntutan kenaikan upah hingga dua kali lipat telah mengakibatkan penurunan produksi secara drastis.

Kerusuhan tersebut membuat pesanan fesyen dari merek-merek terkenal tidak dapat dipenuhi tepat waktu. “Peristiwa tersebut akan memaksa merek-merek fesyen terkenal dunia mengalihkan pengerjaan pesanannya dari Kamboja dan Bangladesh ke negara-negara lain. Negara yang paling diuntungkan atas ketidakstabilan tersebut adalah perusahaan-perusahaan garmen terbesar di Indonesia, seperti Sritex, yang memiliki tingkat upah yang relatif lebih rendah,” ungkap Yap dan Cheing dalam risetnya, belum lama ini.

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA