Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memberikan keterangan pers usai melantik 1.271 pegawai KPK menjadi ASN yang diwakili 53 pegawai, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/6/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memberikan keterangan pers usai melantik 1.271 pegawai KPK menjadi ASN yang diwakili 53 pegawai, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/6/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Firli Bahuri Nyatakan Perang Badar Lawan Koruptor Khianati Pancasila

Selasa, 1 Juni 2021 | 20:42 WIB
Fana Suparman

JAKARTA, investor.id  - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menekankan para pelaku korupsi merupakan pengkhanat Pancasila. Koruptor, kata Firli merupakan penjahat kemanusian yang menghancurkan tujuan bernegara dan masa depan bangsa.

Untuk itu, Firli menyatakan dengan persatuan segenap bangsa Indonesia, jajaran KPK yang  siap menggelar perang badar untuk melawan para koruptor. Hal ini ditegaskan Firli saat menyampaikan kata sambutan usai melantik 1.271 pegawai KPK sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Gedung Juang KPK, Jakarta, Selasa (1/6/2021).

Pewarta memotret layar yang menampilkan prosesi pelantikan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/6/2021).  Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Pewarta memotret layar yang menampilkan prosesi pelantikan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/6/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

"Dengan menjadi manusia yang adil dan beradab, insyaallah Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, akan menjadi kekuatan segenap bangsa Indonesai dalam perang badar melawan korupsi, kejahatan kemanusiaan yang dampak destruktifnya bukan sekadar merugikan keuangan negara semata, namun dapat menghancurkan tujuan bernegara dan masa depan bangsa," tegas Firli.

Agar perang melawan laten korupsi ini dapat berjalan efektif, terukur, cepat dan efisien, Firli menyatakan perlu dilakukan secara hikmat dan kebijaksanaan sebagaimana esensi Sila Keempat Pancasila. Perang bersama melawan korupsi yang berurat akar di Indonesia ini, kata Firli harus dilakukan untuk mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia sebagaimana Sila Kelima Pancasila.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (tengah), memberikan keterangan pers usai melantik 1.271 pegawai KPK menjadi ASN yang diwakili 53 pegawai, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/6/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (tengah), memberikan keterangan pers usai melantik 1.271 pegawai KPK menjadi ASN yang diwakili 53 pegawai, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/6/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

"Dimana impian dan harapan ini dapat menjadi keniscayaan tatkala korupsi benar-benar sirna dari Bumi Pertiwi," katanya.

Firli mengatakan, Pancasila yang hari lahirnya diperingati pada 1 Juni atau tepat hari ini merupakan ideologi dan dasar falsafah serta pedoman hidup bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila telah menjadi ruh dan kepribadian seluruh rakyat.

"Kami ingatkan kepada segenap bangsa Indonesia dimana pun berada bahwasanya siapapun yang melakukan korupsi adalah pengkhianat Pancasila mengingat kejahatan kemanusiaan ini jelas sangat bertentangan dengan setiap butir Pancasila. Butir pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, Sila ini seyogianya mengingatkan kita akan nilai-nilai Ketuhanan yang senantiasa memberikan teladan akan kebaikan, bukan hal buruk seperti berperilaku koruptif dan korupsi agar kita menjadi Manusia yang Adil dan Beradab sesuai Sila Kedua Pancasila," kata Firli.

Pewarta memotret layar yang menampilkan prosesi pelantikan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/6/2021).  Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Pewarta memotret layar yang menampilkan prosesi pelantikan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/6/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Firli menyatakan, sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara, Pancasila bukan sekadar wajib dihapal atau dipelajari sebagai sejarah perjuangan kemerdekaan semata. Lebih dari itu, Pancasila sepatutnya dijiwai dalam membentuk karakter kuat bangsa Indonesia agar terbebas dari rongrongan golongan yang anti terhadap prinsip-prinsip falsafah Pancasila.

"Sebagai bagian dari penyelenggara negara dan pelaksana Undang-undang, kita segenap insan KPK wajib menjiwai Pancasila dalam menjalankan setiap kewajiban dimana kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, proporsionalitas, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, selalu kita kedepankan dan utamakan dalan tugas pokok KPK. KPK berpedoman teguh terhadap nilai-nilai Pancasila agar tetap istiqomah, independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun dalam melaksanakan tugas yang diberikan negara dan rakyat Indonesia sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di NKRI," papar Firli.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN