Menu
Sign in
@ Contact
Search
Siswa dan guru menyimulasikan cara belajar dan mengajar tatap muka di SDI Katulistiwa, di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Rabu (10/3/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Siswa dan guru menyimulasikan cara belajar dan mengajar tatap muka di SDI Katulistiwa, di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Rabu (10/3/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

FSGI  : Penghapusan TPG Isu yang Menyesatkan dan Meresahkan Guru

Selasa, 30 Agustus 2022 | 10:55 WIB
Hendro D Situmorang (redaksi@investor.id)


JAKARTA, Investor.id -  Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai sejak awal kemunculan rancangan undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) telah menimbulkan kontroversi, mengingat ada perubahan mendasar dalam sistem pendidikan nasional. 

“Bagaikan api disiram bensin, maka dalam waktu singkat membakar amarah para pendidik, di grup grup WhatsApp (WA) guru dan dosen dipenuhi kecemasan RUU sisdiknas menggabungkan tiga undang-undang, sehingga wajar jika dalam prosesnya pasti banyak pro dan kontra. Hal ini semakin kontra ketika ada organisasi profesi guru yang tiba-tiba menyuarakan bahwa dalam RUU Sisdiknas tunjangan profesi guru(TPG) akan dihapus. Tunjangan Profesi Pendidik akan dihapus dalam RUU Sisdiknas”, ujar Sekjen FSGI, Heru Purnomo kepada Beritasatu.com, Selasa (30/8/2022).

Baca juga: Pasal Tunjangan Profesi Guru Hilang dari RUU Sisdiknas, Begini Penjelasan Kemendikbudristek

Padahal, jika ditelisik dengan seksama, terkait dengan kesejahteraan pendidik tentang klausul penghasilan guru yang diatur dalam pasal 105 huruf a RUU Sisdiknas, RUU ini sangat jelas semangatnya meningkatkan kesejahteraan pendidik, dan tidak ada sama sekali di draft yang resmi dibagikan Kemendikbudristek terdapat pasal “penghapusan”. Hal ini jelas informasi yang menyesatkan.

“Tidak ada klausul penghapusan dalam RUU Sisdiknas akan tetapi dinyatakan menghapus. Hal ini jelas berpotensi kuat membuat keresahan di kalangan pendidik. Pernyataan adanya Penghapusan TPG dalam RUU Sisdiknas bertentangan dengan hal yang berkaitan dengan fakta,kenyataan,dan tidak obyektif. Jika pemerintah menghapus TPG sama dengan bunuh diri,” ujar Heru.

Mustahil Dihapus
TPG adalah keputusan pemerintah berkepastian hukum, sifatnya otomatis sehingga guru akan tetap mendapatkan TPG, tidak ada pengaruh terhadap RUU Sisdiknas.

“Ini karena pada pasal 4, 5, 6 UURI Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, belum dinyatakan dicabut atau dihapus di RUU Sisdiknas ini,”, ungkap Ketua Dewan Etik FSGI, Guntur.

Baca juga: Pasal Tunjangan Profesi Guru Dihapus dari RUU Sisdiknas, P2G Ungkap Mimpi Buruk Bagi Guru

Kepastian hukum adalah asas umum pemerintah yang baik yang diatur pada UURI Nomor 30 Tahun 2014 pasal 10 ayat (1) huruf a.

“Bagaimana mungkin TPG disebut sebagai dihapus/dihilangkan di RUU Sisdiknas di 2022 ini. Dalam 2022 Mendikbudristek RI baru saja menerbitkan peraturan tentang pemberian TPG yaitu Permendikbudristek RI Nomor 4 Tahun 2022 yang mengatur mengenai petunjuk teknis pemberian tunjangan bagi guru, yaitu terkait Tunjangan profesi, Tunjangan khusus,  Tambahan penghasilan dan Tunjangan daerah,” urai Guntur.

Ia menambahkan, menghilangkan TPG yang sudah biasa dinikmati guru membuat guru lebih sejahtera itu adalah kenyataan pelanggaran hukum, sehingga layak di-PTUN-kan.

"Jadi penghapusan TPG di RUU Sisdiknas adalah tidak nyata. Karena kaidah perubahan peraturan itu sudah menjanjikan rakyat lebih sejahtera dan bukan sebaliknya”.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com