Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Gaya Hidup Ini Berisiko Kerusakan Saraf Tepi

Kamis, 5 Juni 2014 | 13:16 WIB
Oleh Herman

JAKARTA - Jika Anda suka melakukan gerakan sama berulang-ulang seperti mengetik di gadget, mengetik di komputer, main games, duduk lama di posisi yang sama, mengendarai motor dan mobil, atau memakai sepatu hak tinggi. Berhati-hatilah! Karena beberapa gaya hidup ini berisiko terkena neuropati atau kerusakan saraf tepi.

Gejala awal neuropati atau kerusakan saraf tepi yang bisa Anda rasakan adalah sering merasakan kesemutan, kebas atau kram. Kerusakan saraf tepi ini dapat mengenai saraf sensorik, motorik, otonom, hingga campuran.

Konsultan Neurologis dari Departement Neurulogi Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia dr Manfaluthy Hakim, SpS(K) menjelaskan, neuropati merupakan istilah untuk kerusakan syaraf, yang dapat disebabkan oleh penyakit, trauma pada syaraf, atau dapat juga karena komplikasi dan suatu penyakit sistemik.

"Keluhan yang sering dialami oleh penderita neoropati seperti kesemutan, kebas, nyeri, serta kelemahan pada pergelangan dan telapak tangan yang jika berlangsung dalam waktu lama dapat berisiko menyebabkan gangguan saraf yang lebih berat, seperti kelumpuhan,"  jelas dr Hakim di acara Media Workshop tentang Neuropati yang diadakan Merck dan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Pusat Indonesia (Perdossi) di Jakarta, Kamis (5/6).

Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perdossi Pusat ini menambahkan, semua orang sebetulnya berisiko terkena neuropati. Hasil riset yang dilakukan Merch melalui brand Neurobion tahun 2014 juga membuktikan, masyarakat yang sering menghabiskan waktu melakukan aktivitas dengan gerakan berulang (repetirif) merasakan gejala neuropati seperti kebas dan kesemutan.

"Gerakan berulang-ulang pergelangan tangan ke atas dan ke bawah dapat menyebabkan tendon di pergelangan tangan mengalami peradangan dan akhirnya menekan syaraf di daerah pergelangan tangan. Jadi sangat dianjurkan melakukan peregangan selama beberapa menit tiap 1 atau 2 jam sekali supaya saraf tidak mengalami kekakuan," paparnya.

Selain aktivitas dengan gerakan berulang dan gaya hidup, lanjut Hakim, ada golongan yang sebetulnya paling berisiko mengalami gangguan ini, seperti orang-orang berusia tua, penderita diabetes, ada riwayat keluarga, hipertensi, merokok, mengkonsumsi alkohol, menderita penyakit pembuluh darah, kanker, terpapar bahan kimia, terinfeksi penyakit tertentu, atau mengkonsumsi obat-obatan yang mengganggu neuropati.

"Neuropati sebetulnya dapat dicegah dengan melakukan perbaikan gaya hidup, mengupayakan gizi seimbang, olah raga teratur, istirahat cukup untuk regenerasi sel saraf, serta konsumsi vitamin neuropatik," tambah Hakim. (b1/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN