Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo pimpin upacara HUT Bhayangkara di Istana, Kamis (1/7/2021). Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo pimpin upacara HUT Bhayangkara di Istana, Kamis (1/7/2021). Sumber: BSTV

Genap 75 Tahun, Polri Harus Bergerak Cepat Benahi Diri

Kamis, 1 Juli 2021 | 09:46 WIB
Fana Suparman

JAKARTA, investor.id  - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hari ini genap berusia 75 tahun. Usia yang tak muda bagi sebuah organisasi yang seharusnya bertugas melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto menilai terdapat sejumlah perbaikan yang dilakukan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo belakangan ini untuk meningkatkan pelayanan, seperti revitalisasi pengaduan call center 110, tilang elektronik dan lainnya.

Namun, Bambang menilai upaya-upaya perbaikan yang dilakukan masih sporadis dan belum terintegrasi dengan upaya membangun sistem internal yang lebih baik.

"Upaya meningkatkan pelayanan itu baik, tetapi akan lebih baik lagi bila juga diiringi pembenahan di internal," kata Bambang kepada Beritasatu.com, Kamis (1/7/2021).

Bambang yang merupakan Peneliti dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) menilai jargon Presisi atau prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan menunjukkan adanya tekad Polri untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Namun, Bambang meminta Korps Bhayangkara untuk tidak melupakan jargon sebelumnya, yakni Promoter atau profesional, modern dan terpercaya yang merupakan semangat perbaikan internal. 

Ditekankan, tanpa perbaikan sistem internal yang substansial, setiap pergantian pucuk pimpinan hanya menjadi momentum untuk mengganti jargon. Padahal, perubahan zaman menuntut Polri untuk bergerak cepat membenahi organisasi.

"Kalau tidak membuat sistem yang baik, ke depan ganti Kapolri ujung-ujungnya ya cuma akan ganti jargon, tanpa ada pembenahan yang substansial baik ke dalam organisasi Polri maupun ke luar masyarakat. Tuntutan era sekarang ini jelas jauh berbeda dengan 10 atau 20 tahun lalu. Makanya organisasi Polri ini juga harus bergerak cepat membenahi diri," katanya.

Kapolri Listyo Sigit. Sumber: BSTV
Kapolri Listyo Sigit. Sumber: BSTV

Pembenahan internal Polri secara terintegrasi diperlukan lantaran masih banyak anggota yang melanggar aturan dan disiplin.

Diungkapkan, masih banyak anggota Polri yang terlibat pungli terkait pelayanan pada masyarakat hingga permainan dalam proses penegakan hukum terkait pidana narkoba, lingkungan hidup dan lainnya sebagainya.

Ditegaskan, paradigma polisi adalah penegak hukum yang tahu semua hukum, dan berkuasa pada penegakan hukum sehingga bisa tak tersentuh hukum itu sendiri sudah sepatutunya dihilangkan dari mindset semua anggota Polri.

"Makanya ini perlu dibenahi secara menyeluruh dan terintegrasi dalam satu sistem. Artinya belum ada sistem di kepolisian yang bisa memastikan bahwa masing-masing bagian itu bekerja on the track," katanya.

Bambang mengungkapkan, salah satu contoh yang menonjol, yakni saat Presiden Joko Widodo menelepon Kapolri untuk mengatasi pungli dan premanisme di Tanjung Priok beberapa waktu lalu. Padahal ada Satgas Saber Pungli yang sudah terbentuk pada 2016 yang dikoordinasikan Irwasum Polri.

"Ini menunjukan bahwa selama ini bidang-bidang ini tidak bekerja semestinya sesuai yang diharapkan masyarakat. Dan itu adalah puncak-puncak gunung es. Di dalamnya masih banyak yang harus dibenahi," katanya.

Persoalan lainnya, kata Bambang, pembangunan SDM Polri yang masih jauh dari merit system. Kondisi itu mengakibatkan promosi jabatan hanya berdasar kedekatan-kedekatan yang melahirkan adanya gerbong-gerbong.
"Siapa dekat dengan siapa, titipan siapa dan lain-lain. Ini jelas akan mengganggu spirit profesional anggota yang berprestasi," katanya.    

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN