Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas PT Pos Indonesia menyalurkan bantuan dengan target 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) secara door to door

Petugas PT Pos Indonesia menyalurkan bantuan dengan target 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) secara door to door

Gerak Cepat, Pos Indonesia Sebut 95% PKM di Jakarta Sudah Terima BST

Sabtu, 31 Juli 2021 | 21:21 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid-19 belum berakhir, bahkan memasuki babak baru, yaitu gelombang kedua pandemi yang disebabkan varian Delta Covid-19. Kondisi ini membuat penderita Covid-19 berikut jumlah korban jiwa dengan positif Covid-19 meningkat tajam dalam dua bulan terakhir. Terkait ini Pemerintah menarik rem darurat.

Pemberian vaksin digenjot sebagai usaha membentuk herd immunity, dan secara paralael pemerintah juga berupa keras memulihkan ekonomi negara yang terlibas dampak penyebaran virus Corona ini.

Hantaman gelombang kedua pandemi Covid-19 membuat pemerintah kembali melakukan jaring pengaman sosial dengan menyaluran BST dan menjalankan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat (PPKM level-4), di awal Juli 2021. Penyaluran BST harus dilakukan di tengah situasi PPKM Darurat yang diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali.

Terkait ini, Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI memberikan mandat kepada PT Pos indonesia untuk kembali menyalurkan BST secara serentak di Indonesia. BST kembali ditargetkan untuk diberikan ke 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total anggaran Rp 12 triliun.

BST yang diberikan ke PKM sebesar Rp 600 ribu, diperuntukkan bulan Mei dan Juni, atau penyaluran tahap 14 dan 15 yang diberikan sekaligus. Atas mandate ini, pada 24 Juli lalu, Pos Indonesia tancap gas untuk mengejar target penyaluran BST hingga di tangan KPM.

Khusus di Jakarta, PT Pos Indonesia menyalurkan BST dengan mengantar langsung ke rumah KPM atau door to door. Mekanisme ini dianggap efektif untuk mencegah kerumunan saat pembagian BST, selain itu KPM tidak perlu keluar rumah, sehingga dapat menekan penyebaran Covid-19.

Untuk Wilayah DKI Jakarta, hingga Sabtu 31 Juli ini atau 7 Hari setelah mulai mambarkan BST, PT Pos Indonesia tercatat sudah berhasil menyalurkan sebanyak 95% dari alokasi yang ada.

“Karena warga terbatas bergerak, kami yang bergerak. Tenaga pengantar kita tambah, protokol kita perketat, seluruh karyawan yang melakukan pengantaran kita vaksin lengkap,” kata Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), Charles Sitorus sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (31/7/2021).

Dikatakan dalam pembagian BST, Pos Indonesia juga memperkuat koordinasi dengan aparat setempat, RT/RW, Dinas Kesehatan setempat, Satgas Covid, dan pihak keamanan sejak 15 Juli 2021.

“Lantaran metode kali ini sistemnya jemput bola, maka Pos Indonesia harus memperbanyak jumlah petugas juru bayar yang diturunkan ke lapangan,” urai Charles.

Sementara itu Kepala Kantor Pos Regional II, Arifin Muchlis, mengatakan bahwa Pos Indonesia ingin menyalurkan BST dengan cepat karena saat ini masyarakat sangat membutuhkan uang bantuan sosial tunai ini.

“Penyaluran bantuan sosial tunai di wilayah Jakarta ini menjadi daerah yang langsung mendapat pemantauan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah DKI Jakarta, sehingga kita harus menyalurkan ini secara cepat dan tepat sasaran,” jelas Arifin.

Dalam hal validitas data KPM, Pos Indonesia melakukan pembaruan data secara berkala kepada Kemensos.

Kemensos dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama-sama mengawal validitas data PKM, memastikan kesesuaian jumlah, dan ketepatan waktu penyaluran BST.

"BPKP dari sisi akuntabilitas meyakinkan bahwa prosedur yang dijalankan oleh Kemensos benar-benar disosialisasikan oleh lembaga di bawahnya termasuk provinsi, hingga tingkat paling bawah, (yang kemudian) dikomunikasikan dengan mitra yang menyalurkan," ucap Kepala Perwakilan BPKP Provinsi DKI Jakarta, Samono.

Charles berharap pembagian BST membuat uang yang bergerak di tengah masyarakat, hingga ke berbagai pelosok daerah dapat menghidupkan kembali roda perekonomian serta memompa pemulihan ekonomi nasional.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN