Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
GKR Mangkubumi mendistribusikan bantuan untuk pelaku industri wisata terdampak pandemi di Kawasan Tlogo Putri, Kaliurang, Sleman, Kamis, (29/7/2021). Sebanyak 800 paket sembako bantuan pribadi keluarga keraton disalurkan putri dan kerabat keraton melalui Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia di wilayah Kaliurang.

GKR Mangkubumi mendistribusikan bantuan untuk pelaku industri wisata terdampak pandemi di Kawasan Tlogo Putri, Kaliurang, Sleman, Kamis, (29/7/2021). Sebanyak 800 paket sembako bantuan pribadi keluarga keraton disalurkan putri dan kerabat keraton melalui Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia di wilayah Kaliurang.

GKR Mangkubumi Bantu Logistik Pelaku Jasa Wisata di Kaliurang

Kamis, 29 Juli 2021 | 14:55 WIB
Investor Daily

SLEMAN, investor.id -  Mendengar “jeritan” para pelaku pariwisata Kaliurang, yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi menyalurkan paket bantuan logistik untuk 800 pelaku jasa wisata di kawasan Telaga Putri, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta, Kamis (29/7/2021).

Meski mengaku hanya menyambung tali silaturahmi dengan masyarakat di daerah itu, kedatangan GKR Mangkubumi yang hadir mewakili kerabat Keraton Yogyakarta itu membesarkan hati masyarakat Kaliurang.

Atas nama Kerabat Kraton Yogyakarta, GKR Mangkubui membantu meringankan beban masyarkat terutama yang terdampak pandemi. Pariwisata adalah industri andalan masyarakat Yogya dan salah satu yang senantiasa menjadi titik kunjung wisatawan adalah wilayah Kaliurang dan sekitarnya.

Mangkubumi bersama putri keraton lainnya menginisiasi Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia untuk merespon dampak sosial akibat pandemi Covid-19. Dalam kesempatan penyaluran bantuan, dia menerima berbagai keluhan dari pedagang, asosiasi hotel dan pelaku jasa wisata Kaliurang.

"Jogja itu mayoritas bergantung pada sektor wisata, jadi 80% terdampak, kadang sampai bingung mana dulu yang mau ditangani. Tapi saya harap bapak ibu semua tetap bersabar dan selalu berdoa, semoga semua ini cepat berlalu," katanya dalam keterangan tertulisnya.

Sejak pandemi Covid-19 merebak, kondisi pariwisata di Kaliurang dapat dikatakan lumpuh. Saat kunjungan GKR Mangkubumi, deretan lapak pedagang di kawasan wisata Tlogoputri terlihat seluruhnya tutup.

"Warga kami khususnya yang berada di wilayah Kaliurang sudah menjerit akibat pandemi (Covid-19) yang belum jelas kapan selesainya," kata Lurah Hargobinangun, Pakem, Sleman, Amin Sarjito.

GKR Mangkubumi mendistribusikan bantuan untuk pelaku industri wisata terdampak pandemi di Kawasan Tlogo Putri, Kaliurang, Sleman, Kamis, (29/7/2021). Sebanyak 800 paket sembako bantuan pribadi keluarga keraton disalurkan putri dan kerabat keraton melalui Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia di wilayah Kaliurang.
GKR Mangkubumi mendistribusikan bantuan untuk pelaku industri wisata terdampak pandemi di Kawasan Tlogo Putri, Kaliurang, Sleman, Kamis, (29/7/2021). Sebanyak 800 paket sembako bantuan pribadi keluarga keraton disalurkan putri dan kerabat keraton melalui Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia di wilayah Kaliurang.

Amin menjelaskan, lebih dari 80% warganya yang tinggal di wilayah Kaliurang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata. Untuk itu, dirinya meminta pihak terkait untuk segera memberikan solusi atas masalah perekonomian yang dialami warganya tersebut.

"Kami mohon, kepada pihak terkait, baik pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat segera memberikan solusi. Njengan lihat sendiri, kan, situasi Kaliurang sekarang sepi nyenyet seperti ini. Warga kami benar- benar kolaps," tambahnya.

Senada, Dukuh Kaliurang Timur, Anggara Daniawan menambahkan, jika pariwisata di Kaliurang tidak segera dipulihkan, dia khawatir efek berantai secara ekonomi maupun sosial bakal terjadi.

"Pandemi Covid-19 sudah membuat kondisi pariwisata Kaliurang sangat terpuruk. Hal tersebut lalu diperparah dengan adanya PPKM sekarang ini deberlakukan," keluh Anggara.

Dari data yang dimilikinya, Anggara menjelaskan saat ini ada hampir 1000 pelaku wisata di Kaliurang yang terdampak langsung yang terdiri dari 303 hotel dan penginapan, 400 pengemudi jip wisata, 74 pedagang jadah tempe serta 208 warung kecil serta pengrajin cinderamata.

Tidak hanya memberikan paket sembako, putri sulung Sri Sultan Hamengkubuwono X itu juga memberikan kesempatan para penerima untuk menyampaikan keluh kesah. Seorang penjual jadah tempe yang menerima bantuan Rismulyono, bahkan memanfaatkan kesempatan bertemu itu untuk meminta bantuan modal untuk memulai lagi usaha usai PPKM berakhir.

"Tabungan kami sudah habis untuk bertahan hidup selama pandemi dan PPKM, Gusti Ratu. Untuk itu tolonglah kami para pengrajin jadah tempe untuk mendapatkan modal guna memulai lagi usaha setelah PPKM," kata Rismulyono.

GKR Mangkubumi mendistribusikan bantuan untuk pelaku industri wisata terdampak pandemi di Kawasan Tlogo Putri, Kaliurang, Sleman, Kamis, (29/7/2021). Sebanyak 800 paket sembako bantuan pribadi keluarga keraton disalurkan putri dan kerabat keraton melalui Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia di wilayah Kaliurang.
GKR Mangkubumi mendistribusikan bantuan untuk pelaku industri wisata terdampak pandemi di Kawasan Tlogo Putri, Kaliurang, Sleman, Kamis, (29/7/2021). Sebanyak 800 paket sembako bantuan pribadi keluarga keraton disalurkan putri dan kerabat keraton melalui Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia di wilayah Kaliurang.

Selain Rismulyono, ada juga Riswanto yang mewakili para pengemudi jip wisata yang berharap PPKM segera diakhiri. Pasalnya, menurut Riswanto beberapa rekannya terpaksa banting setir menjadi tukang batu dan beberapa profesi lainnya demi menyambung hidup.

"Tolong kami ibu Ratu, biar bagaimanapun kami tidak ingin kehilangan penghasilan dari jip wisata," kata Rismulyono.

Sedang Ganis Ristanto, salah satu pemilik warung makan di kawasan Tlogo Putri berharap agar PPKM segera diakhiri. Menurut Ganis, dirinya merasa ketakutan setiap kali ada patroli aparat keamanan maupun Satpol  PP menghampiri tempat usahanya.

"Kami sudah berusaha, Gusti Ratu, bagaimana caranya protokol kesehatan bisa dijalankan di sini. Salah satunya dengan membuat jarak antar meja makan. Tapi masih saja dioprak-oprak waktu dihampiri patroli. Saya bingung, saya harus terus menggaji karyawan, sedang bila harus memberhentikan mereka (karyawan) saya nggak tega," keluhnya.

Menanggapi berbagai keluh kesah dan harapan perwakilan pelaku wisata dan masayarakat Kaliurang tersebut, GKR Mangkubumi menyatakan agar masyarakat Kaliurang tidak menyerah. Selain itu, putri sulung Sri Sultan HB X juga meminta para pelaku wisata khususnya para pengrajin jadah tempe dan cinderamata untuk mengoptimalkan teknologi informasi guna memasarkan produknya.

Mangkubumi mengajak para pelaku usaha jasa wisata, terutama pedagang untuk melirik cara dan pasar baru, memanfaatkan teknologi.

"Karena pandemi ini memaksa kita mengubah cara dan perilaku hidup, secara mendadak pula. Jadi kita yang harus pandai-pandai menyesuaikan,".

Menutup kunjungannya, GKR Mangkubumi menyebut, pemberian bantuan akan dilanjutkan ke titik-titik lain semaksimal mungkin. Pasalnya, bantuan tersebut merupakan bentuk inisiatif keluarga keraton.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN