Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Warga memperlihatkan hasil rapid test Covid-19 warga di Kelurahan Pondok Betung, Tangerang Selatan.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Warga memperlihatkan hasil rapid test Covid-19 warga di Kelurahan Pondok Betung, Tangerang Selatan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Hapus SIKM. Pemprov DKI Gantikan dengan CLM

Kamis, 16 Juli 2020 | 06:51 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah secara resmi meniadakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) ke wilayah DKI Jakarta sejak 14 Juli 2020. Dengan demikian, warga tidak perlu lagi memiliki SIKM jika keluar masuk Jakarta. SIKM diganti dengan mengisi Corona Likehood Metric (CLM) yang terdapat di aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

“Iya sejak tanggal 14 Juli kemarin SIKM ditiadakan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo saat dihubungi, Rabu (15/7).

CLM adalah tes kesehatan mandiri sebagai upaya seleksi massal tes PCR di Provinsi DKI Jakarta dengan menggunakan teknologi machine learning.

Melalui CLM ini, kata Syafrin, terdapat sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh warga.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo

“Intinya itu semua semacam self assessment. Kemudian mesin akan memberi skoring terhadap jawab yang bersangkutan yang mengindikasikan apakah yang bersangkutan aman dalam melakukan perjalanan. Jkka aman dia tentu dia akan langsung mendapat rekomendasi aman melakukan perjalanan tapi jika tidak, sistem akan merekomendasikan yang bersangkutan untuk melakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Syafrin meminta warga jujur untuk mengisi CLM. Pasalnya, CLM tidak bisa mendeteksi, apakah warga jujur atau tidak dalam menjawab pertanyaan sehingga dibutuhkan kesadaran warga yang menjawab pertanyaan yang ditampilkan CLM.

“Kami mengimbau sama-sama kepada seluruh warga ini kembali ke kesadaran kita bersama bahwa wabah Covid-19 ini sangat berbahaya sehingga kami menyarankan untuk mengisi CLM dengan kondisi diri dengan sebenar-benarnya,” tandas dia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 agar surat izin keluar masuk (SIKM) wilayah Jakarta dihapus.

“SIKM ini memang kewenangan dari Pemprov DKI. Saya sudah memberikan catatan kepada Gugus Tugas agar itu sekalian ditiadakan saja,” kata Menhub Budi saat rapat kerja dengan Komisi V DPR di Jakarta, barubaru ini.

Menhub menilai SIKM tidak menyeluruh diwajibkan kepada penumpang angkutan umum, tetapi hanya untuk angkutan udara, kereta api, dan bus AKAP (antarkota antarprovinsi).

“Karena memang percuma udara, kereta api, bus (berlaku SIKM) tetapi darat tidak dilakukan, saya sudah sampaikan,” katanya.

SIKM adalah surat yang diberikan kepada setiap orang untuk dapat melakukan perjalanan keluar dan/atau masuk Provinsi DKI Jakarta dalam rangka melakukan pengendalian untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

SIKM berlaku selama Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) belum dicabut sehingga saat ini syarat kepemilikan SIKM masih berlaku. Masyarakat wajib mengantongi SIKM jika melakukan perjalanan keluar dan masuk Provinsi DKI Jakarta dengan tujuan daerah di luar Jabodetabek, atau melakukan perjalanan masuk Provinsi DKI Jakarta dengan asal perjalanan dari daerah di luar Jabodetabek.

Ketentuan penerbitan SIKM, di antaranya wajib memiliki hasil tes CLM dengan status aman bepergian; penerbitan dilakukan dalam 1 hari kerja sejak pengisian formulir dinyatakan lengkap secara daring.

Berikutnya, anak yang belum memiliki KTP mengikuti SIKM orang tua atau salah satu anggota keluarga; penerbitan SIKM atas nama perorangan; masa berlaku SIKM mengikuti masa aktif CLM (tujuh hari). Jika masa berlaku SIKM habis, pemilik SIKM cukup melakukan aktivasi atau pembaruan data CLM.

Tes Mandiri Covid-19

Warga memperlihatkan hasil rapid test Covid-19 warga di Kelurahan Pondok Betung, Tangerang Selatan, Kamis (14/5/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Warga memperlihatkan hasil rapid test Covid-19 warga di Kelurahan Pondok Betung, Tangerang Selatan, Kamis. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Solikhah, mengajak warga Ibukota untuk memanfaatkan fitur CLM pada aplikasi JAKI (Jakarta Kini) untuk melakukan tes mandiri Covid-19.

Menurutnya, layanan aplikasi ini memudahkan warga melakukan skrining mandiri guna mengukur kemungkinan positif Covid-19 atau tidak. Sehingga bisa mengetahui langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya.

“Aplikasi ini sangat bagus diterapkan bagi warga yang ingin mendeteksi Covid-19 secara mandiri,” ujarnya.

Dia mengapresiasi upaya Pemprov DKI dalam melakukan tes PCR (polymerase chain reaction) untuk mendiagnosis Covid-19, setelah melewati tes CLM dalam aplikasi JaKI.

“Yang penting pemerintah terus hadir mengedukasi warga untuk terus bersama melawan Covid-19,” pungkasnya. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN