Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto area bangunan gedung utama Kejagung usai terbakar tadi malam, di Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao

Foto area bangunan gedung utama Kejagung usai terbakar tadi malam, di Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao

Hari Ini, Polisi Panggil 12 Saksi Kebakaran Kejagung

Senin, 21 September 2020 | 06:19 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Bareskrim akan memanggil 12 orang saksi dalam penyidikan kebakaran hebat yang terjadi di kantor Kejaksaan Agung pada Sabtu (22/8) malam.

DirTipidum Bareskim Brigjen Ferdy Sambo mengatakan, saksi yang akan dipanggil Senin (21/9) berada di lantai 6 saat kejadian kebakaran terjadi. Lantai 6 merupakan asal titik api.

“Ada di antara mereka yang merupakan tukang yang sedang merenovasi. Kita fokus dari titik awal api menyala sesuai hasil olah TKP oleh Puslabfor dan citra satelit dari ahli kebakaran IPB. Asalnya dari aula biro kepegawaian lantai 6 Gedung Utama Kejagung,” kata Ferdy saat dihubungi Beritasatu.com Minggu (20/9).

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menambahkan, penyidik Bareskrim secara maraton memanggil 12 saksi untuk diperiksa mulai Senin, 21 September 2020 dalam penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Jenderal bintang dua ini menegaskan bahwa 12 saksi tersebut merupakan bagian dari 131 saksi yang telah diperiksa sebelumnya.

“12 saksi yang mau dipanggil adalah mereka yang mengetahui pasti peristiwa kebakaran. Karena sudah naik penyidikan maka saksi yang kemarin, diperiksa lagi dengan panggilan resmi,” tutur Argo.

Foto area bangunan gedung utama Kejagung usai terbakar tadi malam, di Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao
Foto area bangunan gedung utama Kejagung usai terbakar tadi malam, di Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao

Kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung telah masuk ke tahap penyidikan usai ditemukan-nya dugaan tindak pidana.

Rangkaian proses pendalaman untuk menemukan tersangka pembakaran dalam penyidikan dimulai.

Tim gabungan telah   menggelar gelar perkara yang dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo.

Gelar perkara juga turut dihadiri Analis Kebijakan, penyidik madya serta Wakil Direktur dan seluruh Kasubdit.

“Seluruh peserta gelar perkara sepakat untuk menaikkan status dari tahap penyelidikan ke penyidikan untuk mencari serta mengumpulkan bukti dan menemukan tersangka,” ucap Argo.

Foto area bangunan gedung utama Kejagung usai terbakar tadi malam, di Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao
Foto area bangunan gedung utama Kejagung usai terbakar tadi malam, di Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao

Dari hasil penyelidikan, Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik melainkan diduga karena open flame (nyala api terbuka).

Api berasal dari lantai 6 Ruang Rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung, kemudian api dengan cepat menjalar ke ruangan dan lantai lain karena diduga terdapat cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gipsum, lantai parket, panel HPL dan bahan mudah terbakar lainnya.

Nantinya pelaku penyebab terjadinya kebakaran hebat di Gedung Utama Kejaksaan Agung yang terjadi pada Sabtu (22/8) malam itu bakal dijerat dengan Pasal 187 KUHP dan atau 188 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal kurungan penjara selama 15 tahun.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mendukung kepolisian mengusut tuntas kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) yang terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2020. Sebab kepolisian menyebut terdapat dugaan pidana dalam kebakaran tersebut, sehingga statusnya ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“ICW mendukung langkah kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian terbakarnya gedung Kejaksaan Agung,” kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Sabtu (19/9).

Kurnia menyatakan, pihaknya meminta kepolisian membentuk tim gabungan dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut kasus kebakaran tersebut.

Petugas Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran sekitar gedung utama Kejaksaan Agung di Jakarta, Senin (24/8/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao
Petugas Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran sekitar gedung utama Kejaksaan Agung di Jakarta, Senin (24/8/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao

Menurutnya, keterlibatan KPK penting untuk mendalami motif di balik terbakarnya gedung tersebut. Hal ini mengingat Kejagung sedang mengusut sejumlah perkara korupsi besar, salah satunya perkara dugaan suap, pencucian uang dan pemufakatan jahat yang menjerat Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan terpidana perkara cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra.

“Yang mana timbul dugaan di tengah publik bahwa ada beberapa barang bukti dalam kasus itu yang ikut dilahap api. Sebagai contoh, CCTV di ruangan Jaksa Pinangki,” katanya.

“Jika memang ditemukan ada pihak atau kelompok tertentu yang sengaja membakar gedung, lanjut dia, Kejaksaan Agung untuk menghambat penanganan perkara tersebut maka KPK dapat menjerat dengan Pasal 21 UU Tipikor dengan ancaman 12 tahun penjara.

Siap Berikan Perlindungan

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap memberikan perlindungan terhadap saksi-saksi dalam kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung).

LPSK mendorong para saksi untuk tidak takut memberikan keterangan demi terungkapnya motif, alat bukti, dan pelaku dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (22/8) malam itu.

“Fokus LPSK pada kasus ini, kami berharap saksi bisa dengan aman memberikan keterangan tanpa tekanan dan ancaman,” ujar Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (19/9). Pengungkapan kasus kebakaran Gedung Kejagung telah resmi dinaikkan ke tahap penyidikan. Atas hal tersebut, Edwin mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Bareksrim Polri untuk berkoordinasi terkait adakah saksi yang membutuhkan perlindungan dari LPSK.

Edwin menegaskan, LPSK membuka diri apabila ada saksi pada kasus kebakaran Gedung Kejagung yang ingin mengajukan permohonan perlindungan. Perlindungan kepada para saksi penting dilakukan agar mereka bisa merasa lebih aman dalam memberikan keterangan.

Edwin menambahkan, kebakaran yang melanda Gedung Kejagung ini cukup mengejutkan karena terjadi di tengah sorotan publik terhadap penanganan kasus Djoko Tjandra, yang menyeret sejumlah pejabat public sebagai tersangka, termasuk jaksa dari Kejagung sendiri.

Namun, untuk mencegah berkembangkan isu-isu liar di masyarakat, lanjut Edwin, sangat penting bagi Polri untuk dapat mengusut kasus kebakaran Gedung Kejagung secara professional yang didasarkan pada alat bukti yang ada.

“Dan tentunya berkolaborasi dengan pihak Kejagung. Dengan demikian, kepercayaan public diharap dapat terbangun melihat kinerja penegak hukum yang didasarkan atas profesionalitas,” ucap Edwin. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN