Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Harian Suara Pembaruan 32 Tahun Mengawal Negeri

Gora Kunjana, Rabu, 6 Februari 2019 | 08:15 WIB

JAKARTA - Harian umum nasional Suara Pembaruan memperingati hari jadinya yang ke-32, Senin (4/2), dengan tekad meneruskan perjuangan sebagai salah satu pilar demokrasi dan mengawal Indonesia sebagai bangsa yang toleran dan mengakui kemajemukan.

Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan Primus Dorimulu mengatakan pada era kemajuan teknologi informasi sekarang ini, justru ancaman terhadap implementasi Pancasila sebagai dasar negara mendapat ujian yang makin berat.

“Saat ini ancaman intoleransi makin mengemuka. Sebuah survey cmenunjukkan bahwa 63% guru bersikap intoleran terhadap pemeluk agama lain,” kata Primus dalam acara perayaan yang digelar sederhana di gedung Beritasatu Media Holdings, Jakarta Selatan.

Dalam acara tersebut hadir seluruh jajaran redaksi Suara Pembaruan, para staf pendukung, dan manajemen Beritasatu Media Holdings. “Ini sangat berbahaya, karena guru adalah pendidik dan juga orang yang dipercaya menanamkan nilai-nilai kepada anak-anak generasi penerus kita.”

Suara Pembaruan, sebagai salah satu media cetak tertua di Indonesia yang masih eksis hingga sekarang, akan tetap konsisten mengawal Indonesia sebagai bangsa yang toleran, demokratis, dan penuh semangat untuk maju dan berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain, dengan cara menyampaikan fakta jujur, serta pemberitaan yang berimbang dan analitis, tegas Primus.

“Jika ada tindakan intoleransi yang mengancam persatuan bangsa, Suara Pembaruan akan berusaha menjadi yang terdepan untuk memberitakannya,” kata Primus, yang juga Pemimpin Redaksi Beritasatu.com, harian bisnis Investor Daily, dan majalah Investor.

Meskipun misi dan tanggung jawab tidak berubah, platform Suara Pembaruan mau tidak mau harus berubah dan berkembang sesuai dengan era digital sekarang Primus mengutip sastrawan besar Rusia, Leo Tolstoy, yang mengatakan: “Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself.”

“Sebagai media massa, SP juga harus berubah sesuai tuntutan zaman. Saat pembaca beralih dari cetak ke digital, SP pun beralih dari cetak ke digital. Saat ini, para pembaca bisa mengakses SP lewat e-paper Suara Pembaruan,” ujarnya.

Dalam tajuknya, Senin (4/2), Suara Pembaruan menuliskan kiprahnya sebagai agent of change yang terlibat dalam wacana besar tentang solusi mengatasi persoalan yang membelit bangsa dan negara. “Selama tiga dekade lebih, SP ikut aktif sebagai agent of change. Mulai dari peran aktif mengoreksi pemerintahan Orde Baru, ikut memimpin reformasi, dan mengawal pelaksanaan reformasi,” katanya.

Dia mengatakan, SP mencermati dengan seksama sejumlah isu besar yang sangat menentukan nasib negara bangsa ini. “Pertanyaan yang selalu bergelayut dalam benak kami adalah, apakah negara bangsa ini mampu menggapai cita-cita proklamasi pada tahun 2045, saat Indonesia merasakan 100 tahun kemerdekaan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Lippo Group Theo Sambuaga meminta Suara Pembaruan untuk konsisten memerangi hoax dan menyebarkan berita bermanfaat bagi masyarakat.

“Pemilu dan pemilihan presiden tinggal sekitar 70 hari lagi, dan begitu banyak berita bohong, hoax, dan fitnah yang berseliweran. Tugas media massa untuk menjernihkan ini, meluruskan yang salah, dan menyampaikan hanya kebenaran kepada masyarakat,” kata Theo, Ketua Dewan Redaksi Suara Pembaruan. (b1/sp)

BAGIKAN