Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Epidemiolog Grifith University. Dicky Budiman. Sumber: BSTV

Epidemiolog Grifith University. Dicky Budiman. Sumber: BSTV

Hati-hati, Mudik Bisa Ciptakan Superspreader Event

Selasa, 4 Mei 2021 | 18:54 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id  – Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman mengatakan, lonjakan kasus di India bisa disebut sebagai superspreader event (peristiwa penularan super) karena terjadi dalam kurun cepat dan menularkan kepada banyak orang. Kondisi serupa juga bisa dialami oleh Indonesia jika masyarakat mengabaikan larangan mudik Lebaran tahun ini.

Dicky mengatakan superspreader event terjadi jika ada pembawa virus yang biasanya dalam jumlah banyak, melakukan interaksi dan mobilitas tinggi.

“Jadi situasi mudik sangat ideal, seperti inkubator atau surga buat virus karena virus akhirnya sangat mudah menyebar. Dalam hal ini, mobilitas berkontribusi besar,” kata Dicky saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (4/5/2021).

Dicky mengatakan masyarakat harus menyadari pilihannya untuk tidak mudik akan berkontribusi besar bagi keselamatan semua pihak.

Dia menyebut situasi pandemi Covid-19 di Indonesia tidak baik-baik saja bahkan lebih buruk dari India. Indikasi tersebut terlihat dari angka positivity rate Indonesia yang selama 1 tahun konsisten di atas 10%, sedangkan India pada Januari-Februari lalu pernah mencatat angka positivity rate kurang dari 5%.

“India sempat membaik, kalau kita tidak karena selalu di atas 10%,” ujar Dicky.

Dicky mengatakan situasi pandemi di Indonesia seperti menunggu bom waktu saja karena banyak klaster Covid-19 yang tidak terselesaikan secara tuntas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga masih mengkategorikan pandemi di Indonesia dalam level community transmission (penularan komunitas) yaitu level terburuk dalam pengendalian pandemi.

“Ledakan pasti ada karena bom waktu ada dimana-mana dari klaster-klaster saat ini. Hanya, kita menjaga agar ledakannya jangan sampai besar sekali,” kata Dicky.

Dicky mengingatkan semua pihak berkontribusi dalam perbaikan pandemi Covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat tidak “curi start” demi menghindari periode larangan mudik.

“Pesan dari India bahwa pandemi itu nyata dan bisa menjadi serius. Intinya, komitmen dan konsistensi melakukan pembatasan itu yang penting,” kata Dicky.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN